Monday, September 21, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Nasional

Ekspor Udang RI Terancam, Pemerintah Diminta Bidik Pasar Baru

admin by admin
April 8, 2025
in Nasional
0
Ekspor Udang RI Terancam, Pemerintah Diminta Bidik Pasar Baru
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Ekspor udang RI terancam setelah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan kebijakan tarif baru impor sebesar 32% untuk Indonesia. Kondisi ini diyakini dapat membuat pelaku sektor perikanan tanah air waswas.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, meminta pemerintah segera bergerak cepat dengan mengalihkan fokus ekspor ke pasar alternatif yang lebih potensial.

Dia menilai bahwa pasar Jepang, China, dan Malaysia perlu segera dioptimalkan, disertai dengan perluasan pasar ke Eropa seperti Inggris, Belanda, Denmark, dan Jerman.

“Kita harus segera eksekusi kerja sama dagang yang konkret, khususnya untuk ekspor produk udang olahan,” ujar Dani dalam keterangan resminya, dikutip Selasa, 8 April 2025.

Menurutnya, Langkah ini, mendesak dilakukan mengingat ekspor produk perikanan Indonesia ke AS selama 2024 mencapai angka US$1,9 miliar, atau sekitar 32% dari total nilai ekspor sektor tersebut.

Produk unggulan seperti udang beku dan olahan selama ini menjadi andalan Indonesia di pasar AS. Namun, kebijakan tarif resiprokal dari pemerintahan Trump dinilai bakal memukul keras daya saing komoditas ini.

“Kita masih punya peluang besar di pasar global karena pangsa pasar udang olahan Indonesia baru menyentuh 12,29% dari kebutuhan dunia,” kata Dani.

Persaingan pun makin ketat. Indonesia harus berebut pasar dengan negara pesaing seperti Ekuador, India, dan Vietnam. Yang menjadi sorotan, tarif yang dikenakan ke mereka justru lebih rendah: Ekuador hanya 10%, India 26%, dan Vietnam 46%.

“Vietnam bahkan berpotensi mendapat kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan setelah manuver diplomatik cepat antara Perdana Menteri mereka dan Presiden Trump,” ungkap Dani.

Selain tarif tinggi, industri udang Indonesia juga dibayang-bayangi persoalan dalam negeri. Isu tuduhan dumping dari AS serta penurunan produksi akibat penyakit udang masih menjadi hambatan besar.

Untuk jangka panjang, KNTI menekankan pentingnya hilirisasi dan penguatan industri pengolahan. “Kalau kita ingin bertahan dan tumbuh di pasar ekspor, industri perikanan kita harus bisa memberi nilai tambah. Ini juga akan membuka lapangan kerja yang lebih luas,” ujarnya.***

Previous Post

Garuda Indonesia Targetkan 100 Armada di 2025, Tetap Waspada Tekanan Rupiah

Next Post

Qatar Gandeng BTN, Suntik Investasi USD2 Miliar untuk Bangun 100.000 Rumah di Indonesia

admin

admin

Next Post
Qatar Gandeng BTN, Suntik Investasi USD2 Miliar untuk Bangun 100.000 Rumah di Indonesia

Qatar Gandeng BTN, Suntik Investasi USD2 Miliar untuk Bangun 100.000 Rumah di Indonesia

Recommended

Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

2 days ago
Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun

Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun

2 days ago

Trending

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

5 years ago

Popular

Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

5 years ago
Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

1 month ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

4 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

3 weeks ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com