Monday, October 26, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Nasional

Bukan Sekadar Pengangguran, BRIN Ungkap Fenomena Pekerja Putus Asa

admin by admin
December 19, 2025
in Nasional
0
Bukan Sekadar Pengangguran, BRIN Ungkap Fenomena Pekerja Putus Asa
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan peringatan serius terkait kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia yang semakin tertekan. Data terbaru BRIN menunjukkan lonjakan signifikan jumlah warga yang “putus asa” mencari pekerjaan, yakni mencapai 2,7 juta orang pada 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan 883 ribu orang pada 2019. Angka ini menjadi indikator bahwa masalah ketenagakerjaan di Indonesia tidak hanya bersifat sementara tetapi struktural.

Menurut Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, pertumbuhan lapangan kerja nasional masih tidak sebanding dengan laju pertumbuhan angkatan kerja, sehingga semakin banyak warga yang akhirnya menyerah mencari kerja. Kondisi ini terkategori individu yang tidak lagi aktif melamar pekerjaan karena frustrasi dengan prospek yang tersedia.

BRIN mencatat bahwa kelompok yang putus asa mencari kerja tidak hanya berasal dari lulusan berpendidikan rendah. Meskipun lulusan SD mendominasi dengan proporsi tertinggi, peningkatan signifikan juga terlihat pada kelompok yang berpendidikan lebih tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa gelar pendidikan formal tidak lagi menjamin kemudahan mendapatkan pekerjaan yang layak di pasar kerja saat ini.

Lebih lanjut, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional, angka pencari kerja aktif di Indonesia juga mengalami lonjakan tajam. Pada 2019, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 7,8 juta orang, sementara pada 2024 meningkat menjadi 11,7 juta orang. Dari jumlah tersebut, lulusan SMA dan SMK mendominasi, tetapi yang cukup mencolok adalah sekitar 11 persen pencari kerja merupakan lulusan sarjana (S1), menunjukkan bahwa sulitnya mencari pekerjaan juga dirasakan oleh para lulusan perguruan tinggi.

Data BRIN menunjukkan bahwa kelompok pencari kerja dengan latar belakang pendidikan tinggi — termasuk diploma dan sarjana — juga mengalami peningkatan. Ini adalah sinyal bahwa tantangan ketenagakerjaan kini merata di berbagai level pendidikan, melampaui stereotip yang hanya menempatkan pencari kerja berpendidikan rendah sebagai kelompok paling terdampak.

BRIN menilai bahwa kondisi ini mencerminkan masalah struktural dalam perekonomian nasional. Pertumbuhan lapangan kerja yang lambat dikombinasikan dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja baru — termasuk lulusan pendidikan menengah dan tinggi — menciptakan tekanan besar pada pasar tenaga kerja. Banyak pencari kerja yang akhirnya terpaksa masuk ke sektor informal, di mana perlindungan sosial dan kepastian pendapatan cenderung rendah.

Situasi ini juga diperparah oleh tren global dan domestik yang mempengaruhi perekonomian Indonesia. Misalnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri pada tahun ini turut memperketat persaingan di pasar tenaga kerja. Selain itu, data statistik menunjukkan bahwa meskipun angka resmi pengangguran dapat fluktuatif, jumlah pencari kerja aktif dan mereka yang “putus asa” tetap menjadi sorotan serius bagi pembuat kebijakan.

Previous Post

John Herdman Dipertimbangkan Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia, Tolak Tawaran Honduras dan Jamaika

Next Post

26 Ruas Tol Berlakukan Potongan Tarif untuk Arus Mudik Natal–Tahun Baru

admin

admin

Next Post
26 Ruas Tol Berlakukan Potongan Tarif untuk Arus Mudik Natal–Tahun Baru

26 Ruas Tol Berlakukan Potongan Tarif untuk Arus Mudik Natal–Tahun Baru

Recommended

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

5 days ago
Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

6 days ago

Trending

Lakukan Perawatan Ini Untuk Cegah Mobil Karatan

Lakukan Perawatan Ini Untuk Cegah Mobil Karatan

5 years ago
Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

3 years ago

Popular

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

4 years ago
Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

3 years ago

AS Tuding Intelijen Rusia Retas Kantor Pemerintahan

6 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Nilai Tukar Dolar AS Hari Ini Melemah Terhadap Rupiah

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com