Friday, September 11, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Krisis RAM Dunia Kian Parah, Laptop hingga Kulkas Berpotensi Lebih Mahal

admin by admin
January 21, 2026
in Teknologi
0
Ledakan AI Picu Krisis RAM dan SSD, Harga PC dan Laptop Terancam Melonjak
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Pasokan RAM (memori akses acak) untuk laptop dan perangkat konsumen diperkirakan tinggal sekitar 30 persen dari kebutuhan dunia, mendorong lonjakan harga komponen dan berdampak luas terhadap harga barang elektronik, termasuk kemungkinan kenaikan harga kulkas dan perangkat rumah tangga lainnya.

Fenomena ini merupakan bagian dari krisis pasokan memori global yang berlangsung sejak 2024, yang semakin parah karena perubahan signifikan dalam prioritas produksi dan permintaan yang melonjak dari sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pusat data (data center).

Para analis industri mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen produksi chip memori di dunia saat ini diserap oleh pusat data dan sektor AI, yang membutuhkan DRAM dan jenis memori berkecepatan tinggi untuk mengakomodasi beban kerja komputasi besar. Sisanya yang tinggal tersedia untuk pasar konsumen, termasuk laptop, smartphone, dan perangkat elektronik lain, kini sangat terbatas.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga RAM melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir, bahkan diperkirakan akan terus naik tajam sepanjang kuartal pertama 2026. Permintaan yang jauh melebihi pasokan membuat produsen memori lebih memilih memenuhi kontrak dengan pembeli besar di sektor AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Lonjakan harga RAM memicu efek domino di seluruh industri teknologi. Produsen laptop, PC, dan gadget kini menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi, memaksa beberapa di antaranya menyesuaikan harga jual perangkat baru atau mengubah konfigurasi spesifikasi — misalnya dengan menurunkan kapasitas RAM — untuk menahan beban biaya.

Masalah ini tidak hanya terbatas pada laptop atau PC. Harga komponen memori yang lebih tinggi juga berpotensi membuat harga produk rumah tangga semakin mahal, termasuk kulkas, mesin cuci, dan perangkat lain yang semakin bergantung pada chip memori di era IoT (Internet of Things). Sumber industri menyebutkan bahwa kenaikan harga RAM dan komponen lainnya bisa memicu peningkatan harga akhir barang elektronik secara umum pada 2026.

Para pakar pasar semikonduktor menilai bahwa krisis pasokan ini bukan hanya fenomena sementara akibat gangguan rantai pasok seperti pada krisis chip global 2020–2023, tetapi merupakan pergeseran struktural dalam prioritas produksi. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini mengalokasikan lebih banyak kapasitas pabrik ke memori bernilai tinggi untuk AI dan pusat data, sementara produksi DRAM standar untuk konsumen menjadi kurang utama.

Micron, misalnya, telah mengumumkan penyesuaian portofolio produk konsumen mereka untuk fokus pada memori tingkat lanjut, sementara produsen lain menahan kapasitas produksi untuk memenuhi kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar.

Menanggapi situasi ini, sejumlah produsen PC besar seperti Lenovo dan HP telah mulai menyiapkan strategi mitigasi, termasuk menimbun stok komponen dan menyesuaikan lini produk agar tetap kompetitif dalam lingkungan pasar yang penuh tekanan. Sementara itu, beberapa produsen juga memperkenalkan fitur perangkat keras baru yang dapat mengurangi ketergantungan pada memori eksternal, seperti optimalisasi cache internal atau teknologi pengelolaan memori yang lebih efisien.

Apa Artinya bagi Konsumen?

Bagi konsumen, krisis RAM ini berarti:

  1. Harga laptop dan gadget kemungkinan akan naik, terutama untuk model dengan kapasitas memori besar.

  2. Spesifikasi perangkat baru mungkin lebih rendah dibandingkan harga yang dibayar — misalnya, kapasitas RAM standar yang lebih kecil.

  3. Perangkat rumah tangga pintar dan elektronik lain yang tersambung ke jaringan juga bisa mengalami kenaikan harga karena biaya komponen yang meningkat.

Previous Post

Apresiasi Satgas Bencana Aceh Tamiang, Brigjen Pol Anang Sumpena Tekankan Evaluasi dan Pencegahan Bencana Susulan

Next Post

Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

admin

admin

Next Post

Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

Recommended

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

9 hours ago
Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

2 days ago

Trending

Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

5 years ago

Popular

Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

2 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

1 week ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com