Thursday, August 20, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

admin by admin
August 13, 2026
in Ekbis, Nasional
0
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Presiden Prabowo Subianto akan berpidato soal Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat, 14 Agustus 2026. Pidato itu akan menjadi momentum pemerintah memaparkan arah kebijakan fiskal serta postur anggaran tahun depan.

Mengenai pemangkasan anggaran MBG merupakan salah satu poin yang paling ditunggu publik saat ini, menurut ekonom. Langkah pemangkasan itu dinilai membantu pemerintah menjaga target defisit APBN 2027 pada kisaran 1,8%–2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyebut penurunan anggaran MBG pada 2027 dapat menjadi bagian dari strategi konsolidasi fiskal. Menurut dia, alokasi yang lebih rendah akan memberi ruang bagi pengendalian beban bunga dalam jangka menengah.

“Dengan anggaran MBG yang lebih rendah, tekanan terhadap defisit dan kebutuhan pembiayaan utang juga menjadi lebih kecil,” ungkap Yusuf, dikutip dari Investor.id, Kamis, 13 Agustus 2026. “Ini penting untuk menjaga ruang fiskal dan mengendalikan beban bunga dalam jangka menengah.”

Alokasi MBG pada 2026 sebelumnya telah dipangkas dari sekitar Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Badan Anggaran (Banggar) DPR memproyeksikan anggaran MBG 2027 berada di kisaran Rp 174 triliun.

Menurut Yusuf, penurunan tersebut terutama berkaitan dengan evaluasi jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lebih realistis sekitar 21.000 titik, dibandingkan rencana sebelumnya sebanyak 27.000 titik. Pemerintah juga melakukan penajaman terhadap sasaran penerima manfaat.

Pemerintah juga perlu menata kembali sumber pendanaan MBG karena Mahkamah Konstitusi mewajibkan pemisahan anggaran program tersebut dari anggaran pendidikan paling lambat dalam APBN 2028.

“Jika pemisahan dilakukan lebih ketat, ruang anggaran untuk program MBG tersebut dapat semakin terbatas sehingga pemerintah perlu memilih antara mengurangi cakupan program atau mencari sumber pendanaan lain,” jelas Yusuf.

Yusuf mengingatkan bahwa apabila anggaran MBG tetap berada di atas Rp 200 triliun, tekanan terhadap defisit APBN akan semakin besar, terutama jika penerimaan negara tidak tumbuh sesuai harapan. Menurut dia, target defisit APBN 2027 sebesar 1,8%–2,4% terhadap PDB terlihat prudent di atas kertas, tetapi kredibilitasnya sangat bergantung pada kondisi fiskal tahun ini.

“MBG memang punya multiplier effect melalui konsumsi dan penyerapan tenaga kerja. Tetapi manfaat ekonominya harus sebanding dengan biaya fiskal yang dikeluarkan,” ujarnya.

Pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi 2,85% dari target awal 2,68%, terutama dipengaruhi kenaikan beban subsidi dan kompensasi sebesar 44,4% menjadi Rp 233 triliun pada semester I-2026.

Untuk menurunkan defisit ke bawah 2,4% pada 2027, Yusuf menilai pemerintah perlu mendorong penerimaan negara tumbuh agresif atau melakukan efisiensi belanja secara signifikan; dari sisi penerimaan, pertumbuhan pajak 24,6% menjadi sinyal positif, tetapi sulit dipertahankan sehingga risiko shortfall tetap perlu diantisipasi.

“Dengan kondisi itu, ruang fiskal riil untuk membiayai program baru lebih sempit dibandingkan yang terlihat dari postur anggaran.”

“Pemerintah perlu memastikan setiap program prioritas memiliki manfaat ekonomi yang sebanding dengan biaya fiskal agar konsolidasi fiskal tetap berjalan tanpa mengorbankan belanja produktif,” katanya.

Tags: mbg
Previous Post

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Next Post

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

admin

admin

Next Post
Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Recommended

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

1 day ago
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

2 days ago

Trending

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago

Popular

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago
1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
New Honda Vario 125, Skutik Desain Sporty dengan Performa Mesin Irit Tetap Bertenaga

New Honda Vario 125, Skutik Desain Sporty dengan Performa Mesin Irit Tetap Bertenaga

1 month ago
Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

1 month ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com