Saturday, October 24, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Olahraga

Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa

admin by admin
June 17, 2024
in Olahraga
0
Prof Dr Reda Manthovani: Kedua Kakinya Diamputasi, Namun Ia Menjadi Atlet Luar Biasa

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani, CdM Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024 (Foto: Bertuahpos / Melba)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

SEMARANGTERKINI.COM  – Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024, Prof. Dr. Reda Manthovani, menyatakan optimisme tinggi, bahwa para atlet Indonesia akan berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang bergengsi tersebut.

Menurut Jaksa Agung Muda Intelijen ini, semangat juang para atlet disabilitas Indonesia semakin kokoh meskipun dihadapkan pada berbagai situasi menantang.

Kendati atlet disabilitas memiliki beban mental yang lebih rentan dan memerlukan perhatian ekstra.

Namun para atlet paralimpiade Indonesia semakin sadar bahwa mereka memiliki kemampuan potensial untuk berprestasi.

Oleh sebab itu, dia mendorong semua pihak agar menciptakan lingkungan yang bersahabat, mengingat secara mental, para atlet ini masih cenderung labil.

“Emosi yang labil bisa mempengaruhi prestasi mereka. Jika sedang dalam keadaan tidak stabil, mereka sulit dibujuk, yang tentunya merugikan baik bagi atlet itu sendiri maupun negara,” jelasnya.

Reda juga menekankan bahwa semangat juang para atlet disabilitas luar biasa tinggi. Ia mencontohkan seorang atlet yang dulunya gemar balap motor namun harus mengalami amputasi kedua kakinya akibat kecelakaan.

“Kalau orang biasa mungkin sudah putus asa, tapi dia tetap berjuang menjadi atlet balap kursi roda. Mengejar dia saja saya tidak kuat,” ungkapnya.

Emosi para atlet yang cenderung kurang stabil adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu, mereka memerlukan pemahaman dan perhatian lebih dari para pembimbing, terutama dari lingkungan keluarganya.

“Kita harus memperhatikan hal-hal kecil. Kita bisa sebarkan prestasi mereka lewat media sosial, dan tim kami serta pejabat pemerintah secara rutin mengunjungi mereka untuk memberikan semangat. Hal ini sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Reda menekankan peran penting keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga semangat dan stabilitas emosi para atlet disabilitas.

“Orang tua harus terus memotivasi mereka. Kepedulian lebih dari keluarga sangat diperlukan agar semangat juang mereka tetap tinggi,” katanya.

Mengenai target di Paralympic Paris 2024, Prof. Reda menyebutkan bahwa Indonesia menargetkan untuk meraih dua medali emas, khususnya dari cabang bulu tangkis dan panahan.

“Pemerintah juga sudah memberikan perhatian lebih dengan hadiah yang setara dengan atlet olimpiade. Saya yakin dengan semangat juang mereka, target ini bisa tercapai,” ujarnya optimis.

Reda merasa sangat terhormat karena telah diberi amanah oleh pemerintah sebagai CdM Kontingen Indonesia untuk Paralympic Paris 2024.

“Saya bersyukur dan berharap bisa mengabdikan diri untuk mencapai target tersebut serta memotivasi para atlet disabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, dengan segala persiapan dan dukungan yang ada, Indonesia siap memberikan yang terbaik di Paralympic Paris 2024.***

Tags: nasionalolahragaparalimpiadeParalympicredamanthovani
Previous Post

Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan? Masa Sih?

Next Post

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

admin

admin

Next Post
Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

Recommended

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

4 days ago
Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

4 days ago

Trending

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

3 years ago

Memori WA Penuh? Ini Cara Membersihkan File dengan Aman

11 months ago

Popular

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

4 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

3 years ago

AS Tuding Intelijen Rusia Retas Kantor Pemerintahan

6 years ago
Tentang Aleix Espargaro yang Hampir Pensiun di 2018

Tentang Aleix Espargaro yang Hampir Pensiun di 2018

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com