Wednesday, August 19, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Berita

Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

admin by admin
May 12, 2024
in Berita
0
Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

 Panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula hingga siap panen, sebenarnya gampang-gampang susah.

Seperti kita ketahui, cacing tanah merupakan salah satu komoditi peternakan yang kini banyak dibudidayakan atau diternak untuk saat ini.

Kandungan gizi dan sumber protein tinggi yang terdapat pada tubuhnya, menjadikan cacing tanah sebagai bahan baku untuk suplemen dan obat-obatan.

“Karena tingginya permintaan pasar, budidaya cacing tanah menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Bahkan, tembus ke pasar ekspor,” kata Junaidi, seorang peternak cacing tanah yang sudah banyak memiliki mitra di Pekanbaru.

Berikut ini panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula sampai panen bagaimana dijelaskan Junaidi.

Cara Beternak Cacing Tanah dari Awal Hingga Panen.

Layaknya peternakan pada umumnya, pada tahap awal, budidaya cacing tanah dimulai dari menyiapkan media yang akan dijadikan sebagai tempat untuk beternak cacing.

Media ternak disiapkan dalam bentuk wadah yang biasanya terbuat dari papan berbentuk seperti bak persegi panjang, dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kebutuhan.

“Bak yang dipersiapkan harus lebih dari satu, sebab bak ini akan berfungsi sebagai media indukan, dan media pembesaran. Ukuran idealnya 90 x 50 x 36 cm. Bak ini juga harus dilapisi dengan terpal yang bertujuan agar cacing yang diternak tidak mudah lari,” tuturnya.

Setelah bak, sebagai media ternak selesai, langkah selanjutnya adalah mengisi bak dengan tanah lembab dengan ketinggian 5-10 sentimeter. Tanah ini akan menjadi tempat tinggal cacing untuk berkembang biak.

Adapun tanah yang baik untuk digunakan sebagai media, adalah tanah humus, karena memiliki tingkat kegemburan yang bagus dan memiliki nutrisi yang baik untuk cacing.

Penempatan bak sebagai media ternak juga harus disesuaikan. Tempatkan bak pada lokasi yang terlindungi dari sinar matahari secara langsung, karena cacing sangat sensitif dengan cahaya dan suhu panas.

Setelah bak siap untuk tanah, selanjutnya kita bisa memasukkan indukan-indukan cacing. “Cacing-cacing akan dijadikan sebagai indukan juga perlu diperhatikan kualitasnya, karena akan sangat mempengaruhi hasil panen,” kata Junaidi.

Dia menjelaskan, kita bisa mengambil cacing-cacing ini dari habitatnya langsung, atau membeli indukan yang sudah banyak dijual di pasaran. Indukan ini nantinya akan bertelur dan berkembang biak dengan sendirinya.

“Umumnya, hanya ada tiga jenis cacing tanah yang banyak dibudidayakan di Indonesia.  Ketiga jenis tersebut adalah Pheretima, Perionyx, serta Lumbricus,” tuturnya.

Namun, dari ketiga jenis cacing tanah yang populer, jenis cacing tanah Lumbricus Rubellus merupakan jenis cacing tanah yang disarankan untuk dibudidayakan oleh pemula.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemindahan bibit, yakni menjaga kelembaban pada tanah dengan cara rutin membasahinya dengan air. “Menjaga PH tanah pada tetap di bawah normal, yakni 5,5 hingga 7,5,” ungkapnya.

Setelah memastikan pH tanah kita dapat langsung menyebarkan bibit cacing pada wadah ternak. Selanjutnya rutin memeriksa setiap tiga jam sekali pada hari pertama perkembangbiakan.

“Kita harus memperhatikan gerak-gerik cacing. Apabila ada cacing yang keluar dari tanah dan ingin pergi dari wadah ternak, maka kemungkinan pH tanah tidak sesuai atau kondisi tanah tidak membuat cacing merasa nyaman,” ujar Junaidi.

Selanjutnya, adalah tahapan perawatan dan pemberian pakan. Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin agar cacing dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Untuk pakan cacing tanah, yang paling disarankan adalah kotoran hewan ternak seperti kotoran sapi dan kerbau. Selain itu, ampas tahu, sisa sayuran kering atau kompos dari bahan-bahan organik juga bisa dijadikan sebagai pakan cacing.

Termasuk limbah pertanian, tetes, dan probiotik juga merupakan pakan cacing yang dapat membuat cacing cepat gemuk dan sehat.

“Kita dapat menggunakan metode fermentasi, serta memastikan bahwa jenis pakan memiliki struktur gembur, agar cacing lebih mudah untuk memakannya,” katanya.

Pada tahap awal, cacing tanah sudah dapat dipanen pada usia tiga bulan. Jangka waktu ini diukur dari waktu ideal cacing ditetaskan hingga menjadi cacing dewasa. Setelah panen pertama dilakukan, maka durasi panen selanjutnya bisa dilakukan sebulan sekali.

Begitulah panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula hingga siap panen. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.***

Previous Post

Pertamina: Pertamax Green 95 Bukan Untuk Menggantikan Pertalite

Next Post

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

admin

admin

Next Post
Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Recommended

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

1 week ago
Timnas Indonesia Gagal, PSSI Siapkan Evaluasi Total untuk Piala Asia 2027

Timnas Indonesia Gagal, PSSI Siapkan Evaluasi Total untuk Piala Asia 2027

1 week ago

Trending

Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago

Popular

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago
Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

1 month ago
1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

1 month ago
Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro, SUV Hybrid dengan Tampilan Lebih Eksklusif

Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro, SUV Hybrid dengan Tampilan Lebih Eksklusif

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com