Friday, October 9, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Berita

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

admin by admin
May 12, 2024
in Berita
0
Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Prof. Hamim, seorang Pakar Biologi Tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sangat yakin bahwa beberapa tumbuhan endemik Indonesia mampu menghasilkan logam mulia, termasuk emas, katanya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB, beberapa waktu lalu. “Logam mulia, dapat diekstraksi dari tanaman yang mampu menyerap logam berat,” tuturnya.

Logam berat merupakan komponen yang tahan terhadap terdegradasi. Dia bisa bertahan di tanah bahkan selama ratusan tahun. Dia menyebut itu adalah tanaman hiperakumulator—yang mampu menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya—menjadi kunci dalam proses fitoremediasi dan fitomining.

Dia menjelaskan, jenis tanaman hiperakumulator selama ini dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan. Karena cara kerjanya sangat efektif untuk kegiatan itu. Namun hiperakumulator juga bisa digunakan untuk mengekstraksi logam-logam berharga, seperti nikel, perak, emas, platina, dan thallium dalam kegiatan yang dikenal sebagai phytomining.

Guru Besar Tetap di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University itu menjelaskan, Indonesia, dengan daratan ultrabasa terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan penggunaan tanaman hiperakumulator. Namun, Prof. Hamim menilai bahwa potensi ini belum tergarap sepenuhnya, “…dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak.”

Contohnya, penelitian di sekitar tailing dam tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, menunjukkan bahwa tanaman bayam-bayaman memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, meski dengan biomassa yang rendah. Tanaman lembang juga diidentifikasi dapat menghasilkan emas dalam jumlah tertentu per hektar, memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Dalam eksperimennya, Prof. Hamim menyoroti bahwa penggunaan dark septate endofit dan jamur mikoriza dapat membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan tercemar logam berat, mendukung program fitoremediasi. Selain itu, penggunaan amonium tiosianat sebagai ligan pelarut emas juga dianggap potensial untuk meningkatkan serapan emas oleh tanaman, menjadikannya pilihan yang baik untuk program phytomining di lokasi tailing tambang emas.

“Potensi tanaman hiperakumulator ini menjadi peluang berharga untuk mengatasi dampak lingkungan dan ekonomi, membutuhkan sinergi antara penelitian lebih lanjut dan perhatian dari berbagai pihak terkait,” katanya.

Tanaman hiperakumulator merupakan tanaman yang digunakan dalam penerapan teknik fitoremediasi dimana memiliki kemampuan mengakumulasi zat kontaminan di bagian akar, batang maupun daun. Tidak semua jenis tanaman penyerap kontaminan dapat dikatakan sebagai tanaman hiperakumulator (e-journal.unmas.ac,id:).

Setidaknya ada 3 jenis tanaman hiperakumulator yang umum dikenal, yakni akar wangi (Vetiveria zizanioides), lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan eceng gondok (Eichhornia crassipes) termasuk kedalam jenis tanaman hiperakumulator.

Previous Post

Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

Next Post

Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

admin

admin

Next Post
Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

3 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

5 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

2 years ago
Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com