Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kasus Kematian Akibat DBD Didominasi Anak Usia 5-14 Tahun

admin by admin
November 16, 2024
in Kesehatan
0
Kasus Kematian Akibat DBD Didominasi Anak Usia 5-14 Tahun
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, sekitar 53% kasus kematian akibat DBD terjadi pada anak-anak berusia 5-14 tahun.

Sementara itu, kasus DBD terbanyak dalam tiga tahun terakhir tercatat pada kelompok usia remaja produktif 15-44 tahun, yakni sebesar 43%.

“Namun, jika dilihat dari angka kematiannya, justru anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak meninggal dunia akibat DBD. Tren ini hampir sama setiap tahunnya,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini.

Menurut Ina, tingginya angka kasus dan kematian pada anak-anak disebabkan oleh daya tahan tubuh mereka yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Selain itu, anak-anak termasuk kelompok paling rentan terpapar DBD.

“Kami menemukan ada beberapa kasus yang terlambat dideteksi dan didiagnosis. Gejala awal sering dianggap sebagai demam biasa, sehingga pasien terlambat mendapatkan pertolongan medis,” jelasnya.

Ina menekankan pentingnya sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, terutama di wilayah endemis DBD.

Kawasan endemis adalah daerah yang secara konsisten melaporkan kasus DBD setiap tahunnya selama tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2023, tercatat ada 461 kota endemis yang masuk dalam zona merah rawan kasus DBD, meliputi wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Pulau Jawa.

“Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di 461 kota endemis ini, demam tidak boleh dianggap remeh, terutama jika terjadi pada anak-anak. Penting untuk segera memantau perkembangan gejala dan mencari pertolongan medis,” tegas Ina.

Ina mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam yang mencurigakan.

Fasilitas kesehatan biasanya akan melakukan pemeriksaan rapid diagnostic test untuk memastikan apakah pasien terinfeksi DBD atau tidak.

“Kalau hasil tes menunjukkan negatif dan pasien dipulangkan, tetap harus dipantau kondisinya. Jika dalam tiga hari tidak ada perbaikan atau gejala semakin parah, segera kembali ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.***

Previous Post

Antisipasi Ancaman Global, Korut Produksi Dron Pembunuh Secara Massal

Next Post

Teror Penusukan Sekolah di China, Ada yang Tewas dan Terluka

admin

admin

Next Post
Teror Penusukan Sekolah di China, Ada yang Tewas dan Terluka

Teror Penusukan Sekolah di China, Ada yang Tewas dan Terluka

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com