Friday, August 21, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Nasional

Pantau Terus Bawang dan Daging Ayam, Daerah Perlu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

admin by admin
November 26, 2024
in Nasional
0
Pantau Terus Bawang dan Daging Ayam, Daerah Perlu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Pemerintah daerah diminta untuk terus memantau dan mewaspadai potensi kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing. Terutama menjelang libur Nataru 2024/2025.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat secara daring mengatakan sejumlah komoditas utama menunjukkan kenaikan harga signifikan pada minggu kedua November. Seperti Bawang merah yang mengalami kenaikan di 306 kabupaten/kota, lalu bawang putih di 196 kabupaten/kota, dan daging ayam ras di 195 kabupaten/kota.

Sementara pada minggu ketiga November, angka tersebut meningkat menjadi 318 kabupaten/kota untuk bawang merah, 214 kabupaten/kota untuk bawang putih, minyak goreng di 206 kabupaten/kota, daging ayam ras di 194 kabupaten/kota, dan telur ayam ras di 105 kabupaten/kota.

Tito meminta agar pemda segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah masing-masing. “Kenaikan harga pangan pokok ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah,” ujar Tito

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menambahkan bahwa pada minggu ketiga November 2024, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) secara nasional terus bertambah dibandingkan minggu sebelumnya. “Sebaliknya, jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH justru terus berkurang,” ungkapnya.

Pudji menjelaskan, terdapat 10 provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi, termasuk Kabupaten Buton Utara (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Kaur (Bengkulu), dan Kabupaten Solok (Sumatera Barat). Beberapa daerah lainnya adalah Kabupaten Sumba Barat (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Jembrana (Bali), Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Kabupaten Barru (Sulawesi Selatan), Kabupaten Aceh Singkil (Aceh), serta Kota Payakumbuh (Sumatera Barat).

Sementara itu, kabupaten/kota dengan penurunan IPH tertinggi meliputi Kabupaten Supiori (Papua), Kabupaten Bombana (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau). Wilayah lainnya adalah Kabupaten Buru (Maluku), Kota Sawahlunto (Sumatera Barat), Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan), Kabupaten Bener Meriah (Aceh), Kabupaten Keerom (Papua), dan Kabupaten Lebong (Bengkulu).

Khusus di luar Pulau Jawa dan Sumatera, kenaikan IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Buton Utara dengan nilai perubahan 4,06 persen. “Komoditas yang paling berkontribusi pada kenaikan IPH di 10 wilayah tersebut adalah daging ayam ras dan bawang merah,” jelas Pudji.

Dengan demikian, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Langkah strategis dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi dampak lebih lanjut pada inflasi nasional.***

Previous Post

Sentimen dari Indonesia Bikin Harga CPO Melesat Signifikan

Next Post

Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

admin

admin

Next Post
Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

2 days ago
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

3 days ago

Trending

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago

Popular

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

1 month ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago
Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

1 week ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com