Wednesday, August 19, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

Tarif AS dan Ekspor Murah China Tekan Manufaktur Asia, Indonesia Ikut Terdampak

admin by admin
June 2, 2025
in Ekbis
0
Tarif AS dan Ekspor Murah China Tekan Manufaktur Asia, Indonesia Ikut Terdampak
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Kondisi manufaktur Asia semakin tertekan akibat lonjakan tarif Amerika Serikat (AS) dan agresivitas ekspor China, sehingga menjadi tantangan baru bagi perekonomian Asia. Tekanan ini tak hanya menekan ekspor Jepang dan Korea Selatan, tetapi juga memperlambat aktivitas pabrik di Indonesia, yang kini menghadapi prospek pertumbuhan industri yang makin tak pasti.

Menurut hasil survei swasta yang dirilis Senin, 2 Juni 2025, menunjukkan bahwa negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan terus mencatat kontraksi aktivitas pabrik akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana tarif terhadap kendaraan impor.

Aktivitas manufaktur China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, juga tercatat menyusut untuk bulan kedua berturut-turut pada Mei. Survei resmi yang dirilis akhir pekan lalu mengindikasikan bahwa tekanan terhadap sektor industri Negeri Tirai Bambu masih berlanjut, memperburuk kondisi kawasan secara keseluruhan.

Menurut para analis, belum adanya kemajuan berarti dalam negosiasi perdagangan antara negara-negara Asia dengan AS membuat prospek sektor manufaktur tetap suram. “Sulit mengharapkan pemulihan signifikan dalam waktu dekat, apalagi dengan tarif ‘timbal balik’ yang tinggi,” ujar Toru Nishihama, Kepala Ekonom Pasar Berkembang di Dai-ichi Life Research Institute.

Ia menambahkan, lemahnya permintaan domestik membuat China mengekspor produk murah secara masif ke kawasan Asia, sehingga menambah tekanan deflasi dan merusak daya saing pabrik-pabrik lokal.

Data indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur dari Bank au Jibun Jepang menunjukkan angka 49,4 pada Mei, sedikit meningkat dibanding April namun masih berada di bawah batas 50,0 yang menandakan kontraksi, dan menjadi bulan ke-11 berturut-turut sektor ini menyusut. Sementara itu, Korea Selatan mencatat PMI sebesar 47,7, menandakan penurunan untuk bulan keempat berturut-turut akibat permintaan yang lemah dan tekanan tarif.

Kedua negara tersebut juga mencatatkan kontraksi ekonomi pada kuartal pertama 2025, menandakan bahwa hambatan eksternal masih terus menekan ekspor dan aktivitas perusahaan.

Sementara itu, ketegangan perdagangan antara AS dan China kembali meningkat. Presiden Trump menyebut China telah melanggar kesepakatan pengurangan tarif, sementara pihak Beijing menegaskan masih membuka komunikasi. Trump juga mengumumkan penggandaan tarif baja dan aluminium global menjadi 50%.

Di tengah ketegangan tersebut, Jepang dan AS menyepakati putaran pembicaraan dagang baru menjelang KTT G7 bulan Juni. Namun, Jepang menegaskan bahwa kesepakatan apapun tak akan dicapai tanpa pelonggaran tarif AS terhadap semua produk, termasuk mobil.

Selain Jepang dan Korea Selatan, negara seperti Vietnam, Indonesia, dan Taiwan juga mencatat kontraksi aktivitas manufaktur pada Mei, memperkuat sinyal bahwa tekanan ekonomi di Asia masih jauh dari kata usai.

— Reuters

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 2 Juni 2025, Semua Produk Turun

Next Post

BTN Bidik Ekosistem Industri Fesyen Setelah Sukses dari BTN Indonesia Fashion Week 2025

admin

admin

Next Post
BTN Bidik Ekosistem Industri Fesyen Setelah Sukses dari BTN Indonesia Fashion Week 2025

BTN Bidik Ekosistem Industri Fesyen Setelah Sukses dari BTN Indonesia Fashion Week 2025

Recommended

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

1 week ago
Timnas Indonesia Gagal, PSSI Siapkan Evaluasi Total untuk Piala Asia 2027

Timnas Indonesia Gagal, PSSI Siapkan Evaluasi Total untuk Piala Asia 2027

1 week ago

Trending

Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago

Popular

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago
Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

1 month ago
1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

1 Warga Tewas, Banjir-Longsor Landa Pulau Nias

5 years ago
Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

1 month ago
Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro, SUV Hybrid dengan Tampilan Lebih Eksklusif

Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro, SUV Hybrid dengan Tampilan Lebih Eksklusif

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com