Friday, November 6, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Nasional

Kehilangan Potensi 1,6 Juta Ton Bioetanol dari Limbah Sawit

admin by admin
August 4, 2025
in Nasional
0
Kehilangan Potensi 1,6 Juta Ton Bioetanol dari Limbah Sawit
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Potensi sebesar 1,6 juta ton bioetanol dari 50 juta ton limbah sawit di Indonesia hingga kini belum tergarap maksimal. Angka ini didapat dari estimasi luas kebun kelapa sawit di Indonesia saat ini.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% dari bauran energi nasional pada 2025.

Hingga akhir 2024, realisasi EBT baru mencapai 14,1%. Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemanfaatan biomassa lignoselulosa dari limbah kelapa sawit dinilai sebagai solusi potensial, kata Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kimia, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Roni Maryana.

Dalam orasinya berjudul; Inovasi Teknologi Konversi Biomassa Lignoselulosa Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Bahan Kimia Berkelanjutan, Roni menekankan pentingnya kemandirian energi dan pengurangan impor bahan kimia yang masih menelan biaya ratusan juta dolar per tahun.

“Dengan memanfaatkan biomassa lokal, kita bisa mengurangi ketergantungan impor dan mendorong industri hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.

Potensi Besar dari Limbah Perkebunan

Roni menjelaskan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, terutama dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Biomassa ini bisa dikonversi menjadi bioetanol generasi kedua (G2) yang tidak bersaing dengan bahan pangan.

“Dengan luas perkebunan sawit saat ini, Indonesia menghasilkan sekitar 50 juta ton limbah sawit setiap tahun. Jumlah ini berpotensi menghasilkan lebih dari 1,6 juta ton bioetanol,” jelas Roni.

Namun, menurutnya, bioetanol G2 belum dikomersialisasikan secara luas di Indonesia.

Padahal, integrasi antara bioetanol G1 dan G2 dari tebu dan kelapa sawit sangat mungkin dilakukan dan dapat mendukung kebijakan energi nasional, termasuk Perpres No. 40 Tahun 2023 tentang percepatan penyediaan bioetanol.

Sebagai bagian dari risetnya, Roni dan tim BRIN mengembangkan dua jenis teknologi reaktor untuk meningkatkan efisiensi konversi biomassa.

Pertama, reaktor delignifikasi portabel skala laboratorium untuk eksperimen paralel; Kedua, Screw Continuous Reactor (SCR) skala pilot yang mampu memproses biomassa secara terus menerus dengan efisiensi tinggi dan lebih ramah lingkungan.

“Inovasi ini mendukung transisi energi bersih dan pengembangan ekonomi sirkular. Dari laboratorium hingga ladang sawit, konversi biomassa jadi harapan baru menuju Indonesia mandiri energi,” tutup Roni.

Roni Maryana merupakan Profesor Riset ke-693 secara nasional dan ke-70 di BRIN. Ia meraih gelar doktor di bidang bioresource engineering dari University of Tsukuba, Jepang, pada 2017 dan telah memegang 15 paten di bidang teknologi biomassa.***

Previous Post

Apakah Stok Beras Nasional Benar-benar Aman?

Next Post

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

admin

admin

Next Post
Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

Recommended

BTN Kini Ubah Tumpukan Sampah Jadi Mesin Uang Baru!

BTN Kini Ubah Tumpukan Sampah Jadi Mesin Uang Baru!

18 hours ago
Menteri PKP Apresiasi Terobosan BTN, Perkuat Pembiayaan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

Menteri PKP Apresiasi Terobosan BTN, Perkuat Pembiayaan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

2 days ago

Trending

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah 20 Poin

Bergerak 2 Arah, Awal Pekan IHSG Dibuka Negatif di 5.986

6 years ago
Peran BRK Syariah dalam Pembangunan daerah Lewat Skema Pembiayaan Kreatif

Peran BRK Syariah dalam Pembangunan daerah Lewat Skema Pembiayaan Kreatif

1 year ago

Popular

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah 20 Poin

Bergerak 2 Arah, Awal Pekan IHSG Dibuka Negatif di 5.986

6 years ago
Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

3 years ago

AS Tuding Intelijen Rusia Retas Kantor Pemerintahan

6 years ago
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Jateng hingga 19 Februari

Ini Prakiraan Cuaca Wonosobo Hari Ini

6 years ago
Brenx Kembali Gelar Pertandingan Tinju, Baharkam Polri Diapresiasi atas Pembinaan Atlet Muda

Brenx Kembali Gelar Pertandingan Tinju, Baharkam Polri Diapresiasi atas Pembinaan Atlet Muda

11 months ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com