Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Decluttering, Gaya Hidup Modern yang Bikin Rumah Lebih Lapang dan Nyaman

admin by admin
September 12, 2025
in Lifestyle
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan menumpuk barang. Lemari yang penuh sesak, meja kerja berantakan, hingga rumah yang terasa sempit karena terlalu banyak benda sering kali menjadi masalah sehari-hari. Dari sinilah lahir sebuah gerakan bernama decluttering, yaitu seni menyederhanakan hidup dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi memberi manfaat.

Decluttering bukan sekadar aktivitas beres-beres rumah, melainkan sebuah konsep gaya hidup yang mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya barang yang dimiliki. Filosofinya sederhana: jika suatu barang tidak berguna, tidak dipakai, atau tidak memberi kebahagiaan, maka sebaiknya dilepaskan. Dengan cara ini, seseorang dapat menciptakan ruang yang lebih lega, teratur, dan menenangkan, baik secara fisik maupun mental.

Fenomena decluttering semakin populer berkat tren hidup minimalis yang mendunia. Banyak tokoh, seperti Marie Kondo dengan metode “spark joy”-nya, menginspirasi jutaan orang untuk memilah barang-barang mereka. Tidak sedikit pula yang merasakan perubahan besar setelah melakukan decluttering, mulai dari suasana rumah yang lebih lapang hingga kondisi psikologis yang lebih tenang. Hal ini karena lingkungan yang bersih dan teratur terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus.

Konsep decluttering juga mengajarkan nilai kesadaran terhadap konsumsi. Di era banjir informasi dan promosi, manusia sering membeli barang hanya karena tren atau diskon, bukan karena kebutuhan. Akibatnya, rumah dipenuhi benda-benda yang jarang disentuh. Melalui decluttering, seseorang belajar lebih bijak sebelum membeli sesuatu, menimbang apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya akan menjadi tumpukan baru.

Menariknya, praktik decluttering tidak hanya berlaku pada benda fisik, tetapi juga pada aspek kehidupan lainnya. Decluttering bisa dilakukan pada jadwal harian yang terlalu padat, hubungan sosial yang tidak sehat, bahkan pada beban pikiran yang menumpuk. Dengan menyederhanakan berbagai aspek ini, hidup terasa lebih ringan dan ruang untuk kebahagiaan semakin terbuka.

Bagi sebagian orang, melepas barang bukan perkara mudah. Ada rasa emosional yang melekat, entah karena kenangan atau kekhawatiran barang itu akan berguna suatu saat nanti. Namun, justru di situlah esensi decluttering bekerja. Proses memilah mengajarkan keterikatan yang sehat pada benda, bahwa nilai sejati tidak terletak pada seberapa banyak yang kita miliki, melainkan pada seberapa bermanfaat dan bermaknanya barang itu dalam hidup.

Selain memberikan ketenangan, decluttering juga membawa dampak positif dari sisi sosial. Barang-barang yang tidak lagi digunakan bisa disumbangkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Dengan begitu, proses decluttering tidak hanya meringankan diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama.

Pada akhirnya, konsep decluttering adalah tentang membangun kehidupan yang lebih sederhana, teratur, dan bermakna. Dengan menyingkirkan yang tidak penting, ruang terbuka untuk hal-hal yang benar-benar berarti. Dalam kesederhanaan itu, banyak orang menemukan kembali kebahagiaan yang selama ini hilang di balik tumpukan barang.

Previous Post

BRK Syariah Gelar Health Talk Eksklusif, Beri Diskon Medis Untuk Nasabah Prioritas

Next Post

BRK Syariah Ambil Bagian Kelola Dana Desa Terintegrasi

admin

admin

Next Post
BRK Syariah Ambil Bagian Kelola Dana Desa Terintegrasi

BRK Syariah Ambil Bagian Kelola Dana Desa Terintegrasi

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com