Sunday, September 13, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Internasional

Perusahaan Chip Asal Belanda Ini Mohon-mohon ke China Setelah Kehilangan Kendali Atas Unit Bisnisnya

admin by admin
December 2, 2025
in Internasional
0
Perusahaan Chip Asal Belanda Ini Mohon-mohon ke China Setelah Kehilangan Kendali Atas Unit Bisnisnya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Produsen chip asal Belanda, Nexperia, kehilangan kendali atas unit bisnisnya di China. Gangguan ini menghentikan produksi dan melumpuhkan rantai pasok global, terutama bagi industri otomotif yang sangat bergantung pada chip Nexperia.

Dalam surat terbuka yang dirilis baru-baru ini, Nexperia meminta anak usahanya di China segera memulihkan operasional. Perusahaan menyebut upaya komunikasi melalui jalur konvensional sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kami menyambut komitmen otoritas China yang berjanji memfasilitasi pemulihan ekspor dari fasilitas kami dan subkontraktor,” tulis Nexperia. “Namun, pengguna di berbagai industri masih menghadapi ancaman penghentian produksi. Situasi ini tidak bisa berlanjut.”

Ketegangan ini merupakan lanjutan dari perselisihan antara pemerintah Belanda dan China. Pemerintah Belanda berupaya mengambil alih Nexperia dari induk perusahaan berbasis China, Wingtech Technology, dengan alasan perlindungan hak kekayaan intelektual. Wingtech sebelumnya membeli Nexperia dari Philips beberapa tahun lalu.

Sebagai respons, otoritas China menahan ekspor komponen Nexperia keluar dari wilayahnya. Langkah ini membuat pabrik otomotif di berbagai negara terancam kehabisan pasokan chip.

Wingtech menolak keras tuduhan dari Nexperia Belanda. Dalam pernyataannya, perusahaan itu menilai langkah Belanda sebagai “perampasan kendali” yang memicu kekacauan rantai pasok global.

Sementara itu, Nexperia menegaskan tujuan pemerintah Belanda adalah membangun rantai pasok yang tidak lagi bergantung kepada China.

Nexperia memproduksi transistor, dioda, dan komponen manajemen daya di Eropa. Produk tersebut kemudian dirakit dan diuji di China sebelum diekspor ke pabrik elektronik dan otomotif di seluruh dunia.

Menurut CNBC International, chip Nexperia termasuk kategori teknologi rendah dan berharga murah, namun menjadi komponen vital untuk hampir semua perangkat bertenaga listrik. Di industri otomotif, chip itu menghubungkan baterai ke motor, mengatur lampu, sensor, rem, airbag, sistem hiburan, hingga pengendali jendela.

Dengan produksi yang tersendat di China, para pelaku industri memperingatkan risiko besar terhadap kelangsungan manufaktur global dalam beberapa minggu ke depan.***

Sumber: CNBC Indonesia
Previous Post

Update Harga Emas Pegadaian 2 Desember 2025

Next Post

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

admin

admin

Next Post
Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Recommended

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

2 days ago
Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

4 days ago

Trending

Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

5 years ago
Daftar Terbaru 29 Zona Merah Covid-19 di RI, Diantaranya Semarang

Corona RI 18 Oktober Tambah 626, Pasien Sembuh 1.593

5 years ago

Popular

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

3 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

2 weeks ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com