Wednesday, August 12, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

admin by admin
December 4, 2025
in Lingkungan
0
Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Banjir besar melanda Asia Tenggara tahun ini setelah badai dan hujan ekstrem turun tanpa henti, menimbulkan malapetaka di berbagai negara. Peristiwa ini terjadi ketika kawasan belum sepenuhnya siap menghadapi intensitas cuaca yang semakin tidak menentu.

Sedikitnya 1.400 orang meninggal di Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand, sementara lebih dari 1.000 orang masih hilang akibat banjir dan tanah longsor. Di Indonesia, sejumlah desa masih terisolasi setelah akses jalan dan jembatan hanyut diterjang banjir, sementara ribuan warga Sri Lanka mengalami krisis air bersih. Pemerintah Thailand turut mengakui respons darurat yang dinilai lambat.

Malaysia juga diguncang salah satu banjir terburuk yang menewaskan tiga orang dan memaksa ribuan warga mengungsi. Di sisi lain, Vietnam dan Filipina menghadapi rangkaian badai dan banjir besar sepanjang tahun yang telah menelan ratusan korban jiwa.

Para ilmuwan menyebut fenomena ekstrem ini merupakan gambaran nyata dari percepatan krisis iklim. Jemilah Mahmood dari Sunway Centre for Planetary Health menyatakan Asia Tenggara harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi lebih buruk pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Organisasi Meteorologi Dunia mencatat kenaikan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer pada 2024 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah pengukuran. Hal itu mempercepat perubahan iklim dan memicu cuaca yang lebih ekstrem. Asia kini menghangat hampir dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global.

Benjamin Horton, pakar ilmu bumi dari City University of Hong Kong, menjelaskan suhu laut yang lebih hangat menyediakan energi besar bagi badai, membuatnya lebih kuat dan lebih basah. Perubahan pola angin, arus laut, dan fenomena seperti El Nino turut memperpanjang musim badai.

Kesiapan pemerintah di berbagai negara dinilai belum memadai dalam menghadapi bencana dengan intensitas dan frekuensi setinggi ini. Aslam Perwaiz dari Pusat Kesiapsiagaan Bencana Asia Tenggara menilai banyak negara masih berfokus pada respons, bukan pencegahan, sehingga kewalahan ketika bencana terjadi.

Di Sri Lanka, para peneliti menyoroti bahwa kondisi di wilayah terdampak tak banyak berubah sejak tsunami 2004. Pembangunan yang tidak teratur dan kerusakan ekosistem memperburuk dampak banjir, sementara masyarakat miskin tetap menjadi kelompok yang paling rentan.

Di Indonesia, video kayu gelondongan yang tersapu arus banjir menimbulkan dugaan deforestasi berperan memperparah bencana. Data Global Forest Watch menunjukkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kehilangan lebih dari 19.600 kilometer persegi hutan sejak 2000.

Kerugian ekonomi di kawasan mencapai miliaran dolar. Vietnam memperkirakan kerugian lebih dari US$3 miliar sepanjang tahun ini, Thailand mencatat kerugian ratusan juta dolar, sementara Indonesia memiliki rata-rata kerugian tahunan sebesar US$1,37 miliar akibat bencana.

Negara-negara Asia Tenggara kini berharap pendanaan iklim global dapat membantu memperkuat adaptasi. Dalam konferensi COP30 di Brasil, negara-negara maju berjanji melipatgandakan pendanaan adaptasi dan menyediakan US$1,3 triliun per tahun pada 2035, namun realisasinya masih diragukan.

Thomas Houlie dari Climate Analytics mengatakan Asia Tenggara berada di titik krusial dalam menghadapi krisis iklim. Kawasan ini mulai meningkatkan energi terbarukan, namun masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Ia menegaskan bahwa bencana yang terjadi saat ini adalah peringatan nyata dari dampak pemanasan global.***

Sumber: The Japan News
Previous Post

Canva Magic: Cara Baru Membuat Video Lebih Cepat, Kreatif, dan Profesional

Next Post

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

admin

admin

Next Post
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Recommended

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

2 days ago
BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

5 days ago

Trending

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

2 weeks ago
ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

5 days ago

Popular

New Honda Vario 125, Skutik Desain Sporty dengan Performa Mesin Irit Tetap Bertenaga

New Honda Vario 125, Skutik Desain Sporty dengan Performa Mesin Irit Tetap Bertenaga

4 weeks ago
Sulit Gemuk? Ini Tips Bulking Efektif agar Tubuh Lebih Berisi

Sulit Gemuk? Ini Tips Bulking Efektif agar Tubuh Lebih Berisi

6 months ago
Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

1 month ago
Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

Menjelajah Taman Bunga Celosia Semarang, Destinasi Instagramable Berlatar Gunung Ungaran

4 weeks ago
Squat dan Lunges: Latihan Sederhana yang Efektif Melatih Otot dan Tulang

Squat dan Lunges: Latihan Sederhana yang Efektif Melatih Otot dan Tulang

9 months ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com