Monday, August 24, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

Kenapa Harga Emas Melonjak? BI Ungkap “Flight to Safety” Investor di Tengah Ketidakpastian Global

admin by admin
February 10, 2026
in Ekbis
0
Harga Emas Terkoreksi Usai Aksi Ambil Untung dan Redanya Ketegangan Geopolitik

Harga Emas Terkoreksi Usai Aksi Ambil Untung dan Redanya Ketegangan Geopolitik

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir tidak hanya terjadi secara lokal; fenomena ini mencerminkan arah investasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar internasional. Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa perilaku investor yang beralih ke aset aman menjadi salah satu faktor utama pemicu lonjakan tersebut.

Menurut BI, investor di berbagai negara cenderung mengalihkan portofolio mereka dari instrumen berisiko seperti saham atau obligasi korporasi ke aset yang dianggap lebih stabil dan tahan krisis—termasuk emas. Emas memiliki karakteristik safe haven, yaitu aset yang nilainya sering meningkat saat pasar finansial global sedang tidak menentu.

“Flight to Safety”: Fenomena Perubahan Preferensi Investasi

Fenomena pergeseran ini dikenal sebagai flight to safety, yaitu ketika investor menjual aset berisiko dan mencari perlindungan di instrumen yang lebih aman seperti emas batangan, logam mulia. Dalam konteks ini, permintaan emas meningkat karena investor berusaha menjaga nilai dana mereka dari risiko volatilitas pasar.

Deputi Gubernur Senior BI menggambarkan perubahan perilaku investor ini sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global—baik dari sisi geopolitik maupun kebijakan moneter. Tantangan ekonomi dunia yang tidak stabil mendorong permintaan emas sebagai sarana lindung nilai (hedge) terhadap risiko penurunan nilai aset lain.

Di pasar domestik, harga emas batangan Aneka Tambang (Antam) menunjukkan penurunan tipis pada perdagangan terbaru, menurun sekitar Rp7.000 per gram menjadi sekitar Rp2,947 juta per gram. Penurunan ini terjadi meskipun tren jangka panjang menunjukkan kecenderungan penguatan harga emas dalam periode satu tahun terakhir.

Anjloknya harga sementara ini dipengaruhi oleh pergerakan pasar internasional dan pergeseran preferensi investor yang sesekali memang mengambil keuntungan (profit taking) ketika harga emas mencapai level tertinggi tertentu. Momen profit taking ini adalah bagian dari dinamika pasar dan tidak serta merta menunjukkan tren jangka panjang yang melemah.

Konsep emas sebagai safe haven sudah dikenal luas di pasar finansial internasional. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat—misalnya akibat konflik geopolitik, fluktuasi suku bunga, atau pelemahan mata uang—emas sering dipilih karena historisnya mempertahankan nilai relatif stabil. Permintaan terhadap emas tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari dana investasi besar dan bahkan central banks di beberapa negara.

Selain itu, permintaan emas juga mencakup berbagai bentuk, seperti pembelian fisik (batangan atau koin), serta investasi melalui produk seperti exchange-traded funds (ETF) yang melacak harga logam mulia tersebut.

Lonjakan harga emas secara global berimplikasi pada pasar investasi domestik, terutama ketika investor lokal juga ikut melakukan diversifikasi ke aset aman. Dampak ini terlihat dari meningkatnya aktivitas pembelian emas baik dalam bentuk fisik maupun instrumen investasi berbasis logam mulia. Tren ini turut mempengaruhi permintaan mata uang asing, tekanan pada nilai tukar, serta dinamika aliran modal di pasar finansial Indonesia.

Di sisi lain, pihak central bank dan regulator pasar terus memantau pergerakan ini untuk memastikan stabilitas finansial tetap terjaga, mengingat perubahan besar pada preferensi investasi bisa berdampak lebih luas terhadap likuiditas dan sentimen pasar ke depan.

Previous Post

Lindungi Privasi Digital, Ini Cara Batasi Pencarian Nomor di Getcontact

Next Post

KRL 2026: Daftar Kota yang Masuk Rencana Perpanjangan Rute

admin

admin

Next Post
KRL 2026: Daftar Kota yang Masuk Rencana Perpanjangan Rute

KRL 2026: Daftar Kota yang Masuk Rencana Perpanjangan Rute

Recommended

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

5 days ago
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

6 days ago

Trending

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

3 weeks ago
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

2 months ago

Popular

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

2 weeks ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

3 weeks ago
AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

3 weeks ago
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

2 months ago
Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

Negara Harus Beri Efek Takut Kepada Koruptor

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com