Thursday, September 10, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan

admin by admin
March 12, 2026
in Ekbis
0
Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada sektor perdagangan global, termasuk industri kelapa sawit Indonesia. Ongkos pengiriman atau biaya ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dilaporkan melonjak hingga 50 persen, memicu kekhawatiran pelaku industri terhadap kenaikan biaya logistik dan potensi penurunan daya saing ekspor.

Kenaikan biaya tersebut dipicu meningkatnya risiko pelayaran internasional akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang menjadi jalur penting perdagangan dunia. Situasi keamanan yang memburuk membuat perusahaan pelayaran menaikkan tarif pengangkutan serta premi asuransi kapal karena risiko perjalanan yang lebih tinggi.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menjelaskan lonjakan ongkos logistik terjadi terutama pada rute pengiriman menuju kawasan Eropa dan sekitarnya yang terdampak perubahan jalur pelayaran. Kapal-kapal pengangkut komoditas kini harus mengambil rute alternatif yang lebih panjang untuk menghindari wilayah konflik.

Menurut Eddy, perubahan rute tersebut berdampak langsung pada biaya operasional karena waktu tempuh semakin lama dan konsumsi bahan bakar meningkat. Kondisi ini otomatis mendorong tarif pengiriman naik signifikan dibandingkan periode normal.

“Kenaikannya bisa mencapai sekitar 50 persen,” ujarnya.

Selain faktor jarak tempuh yang lebih panjang, perusahaan pelayaran juga membebankan biaya tambahan berupa war risk premium atau premi risiko perang. Biaya ini dikenakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan terhadap kapal dan kargo yang melintas di jalur rawan konflik.

Lonjakan ongkos ekspor menjadi tantangan baru bagi industri sawit nasional yang selama ini mengandalkan efisiensi logistik untuk menjaga daya saing di pasar global. Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia sangat bergantung pada stabilitas jalur distribusi internasional, terutama ke pasar utama seperti India, China, dan Eropa.

Pelaku industri khawatir peningkatan biaya logistik dapat menekan margin eksportir, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas global. Jika kondisi konflik berlangsung lama, beban biaya tambahan berpotensi diteruskan ke harga jual, yang pada akhirnya dapat memengaruhi permintaan.

Meski demikian, GAPKI menilai permintaan global terhadap minyak kelapa sawit masih relatif kuat karena komoditas ini tetap menjadi bahan baku utama industri pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan di berbagai negara.

Pemerintah dan pelaku usaha kini terus memantau perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dampaknya terhadap rantai pasok dan stabilitas perdagangan. Industri berharap kondisi keamanan global segera membaik agar jalur logistik kembali normal dan biaya ekspor dapat ditekan.

Kenaikan ongkos ekspor ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor energi dan keamanan, tetapi juga langsung memengaruhi perdagangan komoditas strategis dunia, termasuk sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekspor Indonesia.

Previous Post

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Next Post

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

admin

admin

Next Post
Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Recommended

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

16 hours ago
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dengan Outlook Stable dari PEFINDO

BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dengan Outlook Stable dari PEFINDO

2 days ago

Trending

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

2 years ago
Presiden Iran Puji Rusia di Tengah Konflik dengan AS, Putin Tegaskan Dukungan untuk Teheran

Presiden Iran Puji Rusia di Tengah Konflik dengan AS, Putin Tegaskan Dukungan untuk Teheran

1 week ago

Popular

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

2 weeks ago
Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

2 years ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com