Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sorotan pasar modal setelah menyetujui pembagian dividen besar kepada pemegang saham serta program pembelian kembali saham (buyback) dalam jumlah signifikan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang membahas kinerja perseroan tahun buku 2025.

Total dividen yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp21,9 triliun, yang berasal dari kombinasi laba bersih perusahaan dan laba ditahan. Selain itu, Telkom juga menyetujui rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Pembagian dividen ini menjadi salah satu yang terbesar di sektor telekomunikasi Indonesia. Manajemen menyatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang tetap kuat, didukung arus kas yang sehat meskipun industri menghadapi tekanan kompetitif.

Sebagian besar dividen bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya berasal dari laba ditahan. Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara pengembalian keuntungan kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

Selain dividen, Telkom juga menyiapkan dana hingga Rp4 triliun untuk program pembelian kembali saham. Aksi korporasi ini dapat dilakukan secara bertahap dalam periode satu tahun setelah persetujuan RUPST.

Buyback dinilai sebagai strategi untuk menjaga kepercayaan investor, mengurangi tekanan volatilitas, sekaligus meningkatkan nilai saham di tengah dinamika pasar modal.

Kombinasi dividen besar dan buyback saham ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar. Kebijakan tersebut menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan di tengah transformasi bisnis digital yang terus berjalan.

Sejumlah analis menilai langkah ini dapat memperkuat daya tarik saham Telkom di mata investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di balik aksi korporasi tersebut, Telkom tetap melanjutkan agenda transformasi bisnis menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi. Perusahaan juga terus melakukan penataan portofolio usaha untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Share