Tuesday, September 22, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

“In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

admin by admin
June 14, 2026
in Lifestyle
0
“In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Ungkapan “In This Economy?” semakin sering muncul di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Frasa yang berasal dari bahasa Inggris itu digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang dianggap semakin berat, mulai dari harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya hidup yang terus naik, hingga sulitnya masyarakat mencapai berbagai target finansial.

Awalnya, kalimat tersebut banyak digunakan sebagai bentuk sindiran atau humor ketika seseorang membicarakan pengeluaran yang dianggap mahal. Namun, seiring waktu, “In This Economy?” berkembang menjadi simbol keresahan ekonomi yang dirasakan banyak orang, khususnya generasi muda yang menghadapi tekanan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan tingginya harga aset seperti rumah maupun pendidikan.

Di tengah fenomena tersebut, Islam menawarkan perspektif yang berbeda dalam memandang tantangan ekonomi. Agama ini tidak hanya berbicara soal cara mencari rezeki, tetapi juga mengatur bagaimana seseorang menyikapi kekayaan, kesulitan ekonomi, dan ketimpangan sosial.

Dalam pandangan Islam, rezeki memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar pendapatan atau jumlah uang yang dimiliki seseorang. Rezeki mencakup kesehatan, keluarga, waktu, kesempatan, ilmu pengetahuan, hingga ketenangan hidup.

Karena itu, ukuran kesejahteraan tidak selalu identik dengan tingginya penghasilan. Seseorang bisa saja memiliki pendapatan besar, tetapi hidup dalam tekanan dan ketidaktenangan. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun merasa cukup dan bahagia.

Konsep ini dikenal sebagai qana’ah, yaitu sikap merasa cukup terhadap apa yang dimiliki tanpa kehilangan semangat untuk terus berusaha dan berkembang.

Islam tidak menutup mata terhadap realitas ekonomi yang sulit. Al-Qur’an mengakui bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk persoalan ekonomi.

Karena itu, keluhan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup atau sulitnya mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Namun Islam mendorong agar keresahan tersebut tidak berubah menjadi keputusasaan.

Dalam ajaran Islam, kesulitan ekonomi dipandang sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan ikhtiar, kesabaran, dan solidaritas sosial.

Fenomena “In This Economy?” juga memunculkan perdebatan mengenai pola konsumsi masyarakat modern. Banyak orang mengeluhkan kondisi ekonomi, tetapi pada saat yang sama terjebak dalam budaya konsumtif yang dipengaruhi media sosial.

Tekanan untuk mengikuti tren, membeli barang terbaru, hingga mempertahankan citra tertentu sering kali membuat pengeluaran meningkat melebihi kemampuan finansial.

Islam mengajarkan prinsip keseimbangan dalam penggunaan harta. Sikap boros maupun terlalu kikir sama-sama tidak dianjurkan. Umat didorong untuk mengelola keuangan secara bijak, memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan, serta menghindari utang konsumtif yang tidak produktif.

Yang menarik, Islam tidak hanya menawarkan solusi pada level individu. Dalam konsep ekonomi Islam, kesejahteraan masyarakat juga menjadi tanggung jawab bersama.

Instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf dirancang untuk membantu distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan tertentu. Sistem tersebut bertujuan mengurangi kesenjangan sosial sekaligus memperkuat daya tahan kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.

Di tengah meningkatnya biaya hidup, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang diajarkan Islam dinilai semakin relevan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi modern.

Fenomena “In This Economy?” menunjukkan bahwa persoalan ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan pengalaman nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga, persaingan kerja yang ketat, dan ketidakpastian ekonomi global menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi bersama.

Dalam perspektif Islam, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, kesulitan ekonomi harus dihadapi dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang bijak, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga keyakinan bahwa setiap kesulitan akan disertai jalan keluar.

Di saat banyak orang mempertanyakan masa depan dengan ungkapan “In This Economy?”, Islam mengajarkan bahwa harapan, usaha, dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Previous Post

Waspada Charger Umum di Bandara hingga Mall, Ini Risiko Tersembunyi yang Jarang Disadari Pengguna HP

Next Post

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

admin

admin

Next Post
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

Recommended

Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3

Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3

8 hours ago
Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

4 days ago

Trending

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Laba Bersih BTN  Konsolidasi Tumbuh 35,89%,  Kredit dan Pembiayaan yang Tembus Rp431 Triliun

Laba Bersih BTN Konsolidasi Tumbuh 35,89%, Kredit dan Pembiayaan yang Tembus Rp431 Triliun

6 days ago

Popular

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

5 years ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

4 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

3 weeks ago
Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

1 week ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com