Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Internasional

Kasus Kopilot Bawa 26 Kg Narkoba ke RI Terbongkar, Polisi Malaysia Kejar Pemasok

admin by admin
August 5, 2026
in Internasional
0
Kasus Kopilot Bawa 26 Kg Narkoba ke RI Terbongkar, Polisi Malaysia Kejar Pemasok
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Polisi Malaysia mengungkap perkembangan mengejutkan dalam kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan kopilot Malaysia Airlines ke Indonesia. Aparat Malaysia telah mengidentifikasi sosok yang diduga memasok narkoba untuk dibawa ke Jakarta.

Terduga pemasok tersebut disebut merupakan staf yang terlibat dalam pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Polisi Malaysia kini bersiap memanggil orang tersebut untuk menjalani pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan melakukan penangkapan.

Pengungkapan ini menjadi babak baru dalam penyidikan kasus kopilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena diduga membawa narkoba dalam jumlah besar.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan penyidik telah mengetahui identitas individu yang diduga memasok narkoba tersebut.

Orang yang dimaksud diduga merupakan salah satu staf yang bekerja dalam pemeriksaan keamanan di KLIA. Polisi Malaysia menyatakan akan memanggilnya untuk diperiksa dan dapat melakukan penangkapan apabila bukti yang ditemukan mengarah pada keterlibatan pidana.

Penyidik kini tidak hanya mengejar pihak yang membawa narkoba ke Indonesia, tetapi juga berusaha membongkar bagaimana barang terlarang tersebut bisa melewati sejumlah tahapan keamanan bandara.

Kasus ini pun berpotensi menyeret lebih banyak pihak apabila penyidikan menemukan adanya jaringan yang bekerja secara terorganisasi.

Hasil penyelidikan awal polisi Malaysia mengungkap bahwa narkoba yang kemudian dibawa ke Indonesia diduga diperoleh di sebuah apartemen di kawasan Ampang.

Setelah mendapatkan barang tersebut, tersangka yang diduga sebagai pemasok diketahui sempat datang ke KLIA pada pagi hari.

Menurut keterangan polisi, individu tersebut melakukan proses check-in untuk bagasi yang disebut berisi narkoba. Setelah itu, dia meninggalkan kawasan KLIA dan terbang menuju Kota Kinabalu.

Yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian, orang tersebut kemudian kembali ke Kuala Lumpur sebelum akhirnya melakukan perjalanan ke Jakarta dengan membawa bagasi tersebut.

Rangkaian perjalanan tersebut kini menjadi bagian penting yang ditelusuri penyidik untuk mengetahui bagaimana narkoba dapat masuk ke dalam alur penerbangan internasional.

Kasus ini mencuat setelah seorang kopilot Malaysia Airlines berusia 39 tahun, Mohd Saufi bin Othman, diamankan aparat Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Saufi diduga membawa narkoba dengan total berat sekitar 26 kilogram, yang terdiri dari ekstasi dan sabu. Barang tersebut terdeteksi saat petugas melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, sebelumnya mengatakan Saufi terlihat tenang ketika menjalani pemeriksaan.

Ketenangan tersebut justru menjadi salah satu hal yang diperhatikan petugas sebelum akhirnya barang bawaan yang diduga berisi narkotika ditemukan.

Penangkapan di Jakarta kemudian membuka penyelidikan lintas negara karena asal-usul narkoba diduga berkaitan dengan jaringan yang beroperasi di Malaysia.

Penyidikan kasus ini tidak hanya dilakukan di Malaysia.

Polisi Malaysia disebut masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan berencana mengirimkan petugas ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut.

Kerja sama kedua negara menjadi penting untuk mengungkap keseluruhan jaringan, mulai dari sumber narkoba, pihak yang menyediakan, proses pengiriman, hingga siapa saja yang berperan dalam membawa barang tersebut ke Indonesia.

Dengan ditemukannya dugaan keterlibatan staf keamanan bandara, penyidikan juga berpotensi mengarah pada pemeriksaan sistem keamanan di KLIA.

Kasus kopilot Malaysia Airlines ini menunjukkan bahwa penyelundupan narkoba melalui jalur penerbangan dapat melibatkan jaringan yang memanfaatkan berbagai celah dalam sistem perjalanan udara.

Polisi Malaysia kini berupaya mengurai peran setiap individu yang diduga terlibat. Fokus penyelidikan tidak berhenti pada kopilot yang ditangkap di Indonesia, tetapi juga mengarah kepada pemasok dan pihak yang diduga membantu pergerakan narkoba dari Malaysia menuju Jakarta.

Perkembangan kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut peredaran narkoba lintas negara serta dugaan keterlibatan orang yang memiliki akses ke area keamanan bandara.

Sementara itu, proses hukum terhadap kopilot yang ditangkap di Indonesia tetap berjalan. Polisi Malaysia dan Indonesia masih berupaya mencocokkan informasi untuk memastikan bagaimana jaringan tersebut beroperasi.

Jika dugaan keterlibatan staf KLIA terbukti, kasus ini bukan lagi sekadar perkara seorang awak pesawat yang membawa narkoba, melainkan dapat berkembang menjadi pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur penerbangan Malaysia-Indonesia.

Previous Post

Kurs Rupiah Melemah, Yen Tetap Bertahan di Tengah Gejolak Pasar

Next Post

Promo Merdeka Suzuki Grand Vitara Hybrid Hadir Sepanjang Agustus 2026

admin

admin

Next Post
Promo Merdeka Suzuki Grand Vitara Hybrid Hadir Sepanjang Agustus 2026

Promo Merdeka Suzuki Grand Vitara Hybrid Hadir Sepanjang Agustus 2026

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com