Wednesday, September 23, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tren Konsumsi Frozen Food Meningkat, Nilai Pasarnya Mencapai Rp200 Triliun

admin by admin
December 3, 2024
in Lifestyle
0
Tren Konsumsi Frozen Food Meningkat, Nilai Pasarnya Mencapai Rp200 Triliun
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Pasar makanan beku, atau frozen food di Indonesia kini mencapai nilai fantastis hingga Rp200 triliun, menurut data yang dikeluarkan oleh Jakpat. Hal ini mencerminkan peningkatan signifikan akibat gaya hidup urban yang semakin sibuk.

Tren konsumsi frozen food kian berkembang didorong oleh kebutuhan akan makanan yang praktis dan mudah diolah.

Survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 1.245 responden mengungkapkan kategori makanan beku yang paling diminati, alasan konsumen memilihnya, dan faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.

Hasil survei menunjukkan bahwa produk olahan daging seperti sosis, nugget, dan bakso menjadi pilihan utama, disukai oleh 91% responden.

Berikutnya, 63% responden menyukai camilan beku seperti kentang goreng dan donat. Daging frozen juga cukup diminati oleh 57% responden, sementara sayur dan buah beku dikonsumsi oleh 31%.

Kemudahan dalam persiapan menjadi alasan utama bagi 86% konsumen memilih makanan beku. Selain itu, faktor seperti penyimpanan yang mudah dan masa simpan yang panjang juga menjadi daya tarik.

Gaya hidup praktis ini lebih banyak terlihat pada generasi Milenial yang cenderung memilih solusi cepat dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Research Lead Jakpat, Septiana Widi Sugiastuti, makanan beku sangat relevan bagi kaum urban, terutama Milenial.

“Promosi produk dengan menonjolkan kepraktisan, kebersihan, dan nilai gizi dapat menarik konsumen. Selain itu, desain produk yang menggambarkan kesegaran dan kualitas premium juga mampu meningkatkan daya tarik,” jelasnya.

Nilai gizi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen makanan beku. Sebanyak 63% responden menyukai produk tanpa pengawet, sementara 57% menilai kandungan protein tinggi sebagai nilai tambah.

Selain itu, 55% responden memperhatikan ketiadaan pewarna tambahan dan bahan kimia dalam produk yang mereka pilih.

Responden dengan anak cenderung lebih peduli pada informasi gizi. Sebanyak 42% dari mereka rutin memeriksa nilai gizi pada kemasan, dibandingkan hanya 31% dari responden tanpa anak yang melakukan hal serupa.

“Penting bagi produsen untuk menekankan bahwa metode pembekuan modern, seperti flash freezing, dapat menjaga kandungan nutrisi makanan dengan baik. Metode ini mampu mempertahankan vitamin, mineral, rasa, dan tekstur makanan,” kata Septiana.

Dengan demikian, makanan beku atau frozen terus menjadi pilihan populer di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat urban.

Dengan promosi yang menyoroti kepraktisan, kebersihan, dan nilai gizi, serta inovasi dalam metode pembekuan, pasar frozen food memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang di masa depan.***

Previous Post

Tanggal Cuti Bersama Desember 2024, Yuk Rencanakan Liburan Sekarang!

Next Post

BRK Syariah dan BWI Kabupaten Siak Tandatangani Nota Kesepahaman, dalam Rangkaian Launching Program Kota Wakaf

admin

admin

Next Post
BRK Syariah dan BWI Kabupaten Siak Tandatangani Nota Kesepahaman, dalam Rangkaian Launching Program Kota Wakaf

BRK Syariah dan BWI Kabupaten Siak Tandatangani Nota Kesepahaman, dalam Rangkaian Launching Program Kota Wakaf

Recommended

Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3

Masalah Hunian Makin Kompleks, BTN Tantang 1.500 Inovator Bikin Gebrakan Lewat BTN Housingpreneur Batch 3

19 hours ago
Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

Ekspansi Bisnis Perbankan Digital, BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Universitas Lampung

5 days ago

Trending

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago

Popular

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

Kulit Hewan Kurban Dijual, Apakah Boleh?

5 years ago
Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

Resep Bakso Lohoa Udang yang Gurih Segar, Cocok Disantap Saat Berbuka dan Sahur

5 years ago
Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

1 week ago
Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

1 week ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

1 month ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com