Wednesday, September 9, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

admin by admin
March 3, 2026
in Lifestyle
0
Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Mengirim pesan saat sedang marah sering berujung penyesalan. Karena itu, para ahli kesehatan mental menyarankan seseorang tidak langsung membalas pesan atau menulis chat ketika emosi sedang memuncak. Memberi jeda waktu sekitar 30 menit dinilai menjadi cara efektif untuk mencegah konflik semakin besar.

Psikiater menjelaskan bahwa saat seseorang marah, bagian otak yang mengatur respons emosional bekerja lebih dominan dibandingkan pusat logika. Kondisi ini membuat seseorang cenderung bereaksi impulsif, memilih kata-kata kasar, atau menyampaikan pesan yang sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan pikiran rasionalnya.

Menurut para ahli, jeda waktu sekitar setengah jam memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk kembali stabil. Dalam periode tersebut, detak jantung dan hormon stres perlahan menurun sehingga kemampuan berpikir jernih kembali aktif. Akibatnya, pesan yang disampaikan menjadi lebih terukur dan tidak memperburuk situasi.

Kebiasaan langsung membalas pesan ketika emosi tinggi juga kerap memicu salah tafsir dalam komunikasi digital. Tanpa ekspresi wajah maupun nada suara, pesan teks mudah disalahartikan sehingga konflik kecil bisa berkembang menjadi pertengkaran panjang.

Psikolog komunikasi menilai kemarahan yang diluapkan secara spontan justru sering merusak pesan utama yang ingin disampaikan. Saat emosi mengambil alih, fokus komunikasi berubah dari penyelesaian masalah menjadi pelampiasan perasaan sesaat.

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana selama masa jeda tersebut, seperti menarik napas dalam, berjalan sejenak, minum air, atau mengalihkan perhatian pada aktivitas ringan. Tujuannya bukan menghindari masalah, melainkan memastikan respons yang diberikan lebih bijak dan konstruktif.

Selain itu, komunikasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi emosional membaik. Berbicara saat pikiran tenang memungkinkan seseorang memilih kata yang tepat serta memahami sudut pandang lawan bicara, sehingga peluang konflik mereda menjadi lebih besar.

Psikiater menegaskan bahwa mengendalikan respons emosional merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Kebiasaan menunda reaksi sesaat sebelum mengirim pesan dinilai menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga hubungan personal maupun profesional di era komunikasi digital yang serba cepat.

Dengan memberi waktu bagi emosi untuk mereda, seseorang tidak hanya menghindari penyesalan akibat pesan impulsif, tetapi juga membangun pola komunikasi yang lebih sehat dan dewasa.

Previous Post

HP China Bergaya iPhone 17 Pro Max Makin Ramai di Pasar, Desain Premium Kini Tak Harus Mahal

Next Post

BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

admin

admin

Next Post
BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

Recommended

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

1 week ago
BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi, Perkuat Penyaluran FLPP di Jambi

BTN Dorong Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi, Perkuat Penyaluran FLPP di Jambi

1 week ago

Trending

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

2 years ago
Tidak Akan Ditunda, Kenaikan PPN 12% Efektif Berlaku Januari 2025

Tidak Akan Ditunda, Kenaikan PPN 12% Efektif Berlaku Januari 2025

2 years ago

Popular

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

2 weeks ago
Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

2 years ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

1 week ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com