Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup Beberkan Mengapa Riau Selalu Disorot Pusat dalam Kasus Kebakaran Lahan

admin by admin
July 23, 2025
in Lingkungan
0
Menteri Lingkungan Hidup Beberkan Mengapa Riau Selalu Disorot Pusat dalam Kasus Kebakaran Lahan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol | Foto: Dok. MCR.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Mengapa Riau selalu disorot pemerintah pusat dalam setiap kasus kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla tiap tahunnya. Padahal kasus ini juga terjadi di Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan hingga Kalimantan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kembali,  bahwa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berlaku.

“Ini yang jadi pedoman utama kita dalam upaya pengendalian kebakaran hutan di seluruh Indonesia. Termasuk di Provinsi Riau,” katanya saat berada di Pekanbaru, Selasa, 22 Juli 2025.

“Instruksi Presiden ini belum dicabut. Jadi tetap berlaku dan menjadi acuan semua pihak dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Setiap pihak diminta untuk mematuhi aturan dalam Inpres tersebut yang telah mengatur secara rinci tugas kementerian, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan lembaga terkait.

Hanif menyoroti pentingnya Provinsi Riau dalam konteks pengendalian Karhutla nasional karena dari total 9 juta hektare luas daratan Riau, sekitar 4,9 juta hektare atau lebih dari separuhnya merupakan lahan gambut—jenis lahan yang sangat rawan terbakar.

“Ini lah yang membuat Riau menjadi wilayah kunci dalam strategi pengendalian kebakaran,” tegasnya.

Dari 13,4 juta hektare luas gambut nasional, sekitar separuhnya berada di Riau. Namun, dari luasan tersebut, hanya sekitar 2,5 juta hektare gambut yang masih tergolong alami. Selebihnya telah terdegradasi dan memerlukan perhatian khusus.

Selain itu, sekitar 4 juta hektare daratan Riau telah menjadi area perkebunan kelapa sawit—yang berdasarkan sifat ekologisnya tumbuhan ini membutuhkan kanal-kanal pengeringan air. Hal ini juga turut memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Ini menjadi tantangan serius. Meskipun beberapa wilayah masih diguyur hujan, air di kanal-kanal gambut yang surut memperbesar potensi kebakaran. Inilah yang menjadi perhatian serius BNPB, karena gambut yang mengering bisa memicu kebakaran besar meski curah hujan masih ada,” pungkas Hanif.

Sementara itu, Karhutla di Provinsi Riau menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam laporan harian yang dirilis pada Senin, 21 Juli 2025, tercatat sebanyak 1.450 titik hotspot terpantau oleh BMKG dan BRIN, dengan luas lahan terbakar mencapai 927,54 hektare. Total fire spot aktif yang terverifikasi sebanyak 256 titik api.

Dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, wilayah Rokan Hilir (Rohil) menjadi daerah paling terdampak dengan 532 hotspot, disusul Rokan Hulu (Rohul) sebanyak 317 hotspot dan Pelalawan dengan 124 hotspot. Sementara dari sisi luasan lahan terbakar, Rohul juga mencatat angka tertinggi yakni 229,3 hektare, kemudian Kampar sebesar 184,2 hektare, dan Rohil sebesar 194,25 hektare.

Petugas gabungan dari berbagai unsur—termasuk Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat—terus melakukan upaya pemadaman di lapangan. Pada hari ini tercatat sebanyak 4 titik api berhasil dipadamkan, 9 titik dilakukan pendinginan, dan 14 titik sedang dalam proses pemadaman.

Wilayah-wilayah lain seperti Dumai, Siak, Meranti, hingga Kuansing juga melaporkan adanya peningkatan aktivitas kebakaran, meskipun dengan luasan dan jumlah hotspot yang lebih rendah. Sebagian daerah, seperti Pelalawan, masih belum dapat memastikan total luas lahan yang terdampak.

Upaya pemadaman juga didukung oleh kekuatan udara dari BNPB, dengan penambahan sortie helikopter water bombing dan patroli udara. Tercatat total 20 sortie patroli dikerahkan menggunakan helikopter AS365, Bell 206, dan Mi-8 MSBT, termasuk 18 sortie penyiraman yang menurunkan lebih dari 3 juta liter air ke titik-titik api utama.***

Previous Post

Google dan GoTo Terancam Terseret Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Next Post

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Juli 2025 Lanjutkan Tren Kenaikan Kemarin

admin

admin

Next Post
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Juli 2025 Lanjutkan Tren Kenaikan Kemarin

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Juli 2025 Lanjutkan Tren Kenaikan Kemarin

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com