Monday, October 26, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Jangan Dibuang! Ternyata Ampas Kopi Bermanfaat Untuk Tanaman

semarangterkini by semarangterkini
April 1, 2021
in Gaya Hidup
0
Jangan Dibuang! Ternyata Ampas Kopi Bermanfaat Untuk Tanaman
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

SEMARANGTERKINI.COM – Usai minum kopi biasanya ampas kopi dibuang. Padahal ampas kopi masih mengandung zat penting bagi tanaman. Begini cara mengolahnya!

Ketika menyeduh kopi bubuk setiap hari, pastinya ampas kopi yang mengendap di dasar gelas akan dibuang. Jika sehari 2-3 gelas kopi diseduh pastinya ampasnya akan semakin banyak.

Biasanya ampas kopi ini dibuang begitu saja. Tak jarang justru mengotori wastafel tempat cuci piring. Jika langsung dibuang, ampas ini akan menjadi sampah atau limbah rumahtangga.

Tetapi ternyata ampas kopi bukan sepenuhnya sampah yang sudah tidak berguna lagi. Ampas kopi masih memiliki fungsi walaupun karena masih mengandung zat-zat penting.

Dikutip dari detikcom (1/4), ampas kopi masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk kesuburan tanaman. Ampas kopi bahkan masuk ke dalam kategori kompos hijau yang berarti memiliki kandungan nitrogen yang kaya.

Secara nutrisi ampas kopi juga telah terbukti memiliki banyak mineral baik yang berguna untuk kesuburan tanaman. Ampas kopi mengandung magnesium, kalsium, potasium dan mineral-mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

Mencampurkan ampas kopi, daun kering, kertas penyaring kopinya hingga koran bekas akan baik untuk mneyeimbangkan komposisi material pupuk kompos. Cara membuatnya pun cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Pertama-tama siapkan bahan-bahan kompos seperti ampas kopi, daun kering, kertas penyaring kopi dan koran bekas. Buat perbandingan 4:1 antara bahan organik dan non-organik. Kemudian simpan dalam wadah tertutup dan diamkan beberapa waktu hingga semua bahan hancur dan menyatu.

Setelah ampas kopi ini siap, pupuk komposnya kemudian bisa langsung digunakan. Gemburkan sedikit tanah pada bagian bawah tumbuhan, tambahkan secukupnya ampas kopi dan jangan sampai menutupi setengah dari tinggi batang tumbuhan.

Kandungan pH yang netral membuat ampas kopi mampu menyeimbangkan keasaman tanah. Selain itu, ampas kopi sangat digemari oleh cacing yang juga bisa membantu menyuburkan tanah dan tumbuhan.

Lain halnya dengan cacing, hama dan hewan pengganggu justru benci dengan aroma ampas kopi. Serangga, lebah bahkan kucing yang suka buang air sembarangan pada tumbuhan akan benci ketika mencium bau kopi dari dalam pot.

Cara ini merupakan cara yang cukup cerdik untuk melindungi tanaman dari gangguan hewan-hewan. Ketika bebas dari gangguan, maka tanaman akan mampu tumbuh dengan baik dan sehat.

Jika menggunakan ampas kopi hanya memiliki sedikit kadar asam. Bubuk kopi yang masih segar ternyata memiliki kandungan asam yang lebih tinggi dan beberapa tanaman membutuhkan kandungan asam tersebut.

Misalnya seperti buanya lily, azalea, wortel dan lobak sangat menyukai kadar keasaman dari kopi bubuk yang masih segar. Tetapi tumbuhan seperti tomat akan lebih subur dengan ampas kopi.

Pada 2016, manfaat ampas kopi ini bahkan telah diteliti sebagai pupuk baik dengan tambahan penyubur maupun tidak. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa ampas kopi lebih baik dalam menjaga kadar air untuk tanaman dan mempercepat pertumbuhan tanaman. (mg1)

Previous Post

Macron Perintahkan Lockdown, Covid-19 di Prancis Makin Parah?

Next Post

Industri Sawit Tekan Angka Kemiskinan

semarangterkini

semarangterkini

Next Post
Pemerintah Larang Mudik 6-17 Mei 2021?

Industri Sawit Tekan Angka Kemiskinan

Recommended

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

Hadir di Semarang, BTN Housingpreneur Bedah Rumah Zaman Now

6 days ago
Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

Layanan Digital Menjawab Kebutuhan Daerah, BRK Syariah dan Dumai Fokus ke QRIS Realtime Split

6 days ago

Trending

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

Dunia Terancam Kelaparan, Produsen Beras Nomer 1 India Stop Ekspor

3 years ago

Memori WA Penuh? Ini Cara Membersihkan File dengan Aman

11 months ago

Popular

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

Kembalikan Segalanya Kepada LAA ILAHA ILLALLAH

4 years ago
Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

Tentara Israel sengaja tembaki warga Palestina yang kumpulkan bantuan

3 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago

AS Tuding Intelijen Rusia Retas Kantor Pemerintahan

6 years ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Nilai Tukar Dolar AS Hari Ini Melemah Terhadap Rupiah

5 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com