Thursday, September 10, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

admin by admin
June 20, 2024
in Kesehatan
0
Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Jepang saat ini menghadapi wabah bakteri pemakan daging yang dikenal sebagai Sindrom Toksik Syok Streptokokus (STSS). Otoritas kesehatan setempat telah melaporkan hampir 1.000 kasus infeksi, memicu kewaspadaan tinggi di seluruh negeri.

Menurut Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo, infeksi ini dapat mematikan dalam waktu singkat.

“Kebanyakan kematian terjadi dalam waktu 48 jam,” kata Kikuchi. “Segera setelah pasien melihat pembengkakan di kaki di pagi hari, itu dapat membesar hingga mencapai lutut pada siang hari, dan mereka bisa meninggal dalam waktu 48 jam.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peningkatan kasus ini terjadi setelah berakhirnya pembatasan Covid-19.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri pemakan daging (STSS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus kelompok A.

Bakteri ini masuk ke jaringan dalam dan aliran darah, melepaskan racun yang menyebabkan respons tubuh yang cepat dan berbahaya. Meski jarang, infeksi STSS dapat menular dari manusia ke manusia.

STSS dimulai dengan gejala awal seperti demam, menggigil, nyeri otot, mual, dan muntah. Dalam waktu 24 hingga 48 jam, infeksi ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah, kegagalan organ, detak jantung cepat, dan pernapasan cepat.

Streptococcus kelompok A (GAS) biasanya menyebabkan radang tenggorokan pada anak-anak, tetapi pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala serius seperti nyeri dan pembengkakan pada anggota tubuh, demam, dan tekanan darah rendah.

Infeksi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi kematian jaringan, masalah pernapasan, kegagalan organ, dan kadang-kadang kematian, terutama pada orang berusia di atas 50 tahun.

Perawatan medis dini sangat penting untuk mengobati gejala serius ini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mengobati STSS melibatkan pemberian antibiotik kuat melalui infus untuk membunuh bakteri. Pasien juga menerima cairan untuk menstabilkan tekanan darah dan membantu organ mereka berfungsi dengan baik.

Pada kasus yang parah, operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan mencegah masalah lebih lanjut. Mendapatkan perawatan dengan cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi serius atau kematian akibat STSS.

Jepang terus memantau situasi ini dengan ketat dan berupaya meningkatkan kesadaran serta respons cepat terhadap wabah ini guna melindungi warganya.***

 

Sumber: Bloomberg Technoz

Previous Post

Ibu Perlu Tahu, Buah Ini Banyak Manfaat Untuk Si Kecil

Next Post

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

admin

admin

Next Post
Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Recommended

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

16 hours ago
BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dengan Outlook Stable dari PEFINDO

BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dengan Outlook Stable dari PEFINDO

2 days ago

Trending

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

Xiaomi Siap Rilis Pad 7 dan Pad 7 Pro, Detail Spesifikasi Terungkap

2 years ago
Presiden Iran Puji Rusia di Tengah Konflik dengan AS, Putin Tegaskan Dukungan untuk Teheran

Presiden Iran Puji Rusia di Tengah Konflik dengan AS, Putin Tegaskan Dukungan untuk Teheran

1 week ago

Popular

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

2 weeks ago
Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

Insentif Tax Holiday untuk Industri Pionir Diperpanjang hingga 31 Desember 2025

2 years ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com