Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi, 2025 Potensi Bencana Terjadi Sepanjang Tahun

admin by admin
November 20, 2024
in Lingkungan
0
Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi, 2025 Potensi Bencana Terjadi Sepanjang Tahun
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Akhir tahun 2024 akan ditandai dengan fenomena La Nina lemah bersamaan dengan musim hujan. Di saat itu, maka seluruh daerah di Indonesia perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan periode ini diperkirakan berlangsung dari November hingga Desember 2024.

“Perlu kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor,” ujar Dwikoritanya.

Awal tahun 2025 juga akan diawali dengan La Nina lemah yang masih aktif hingga Maret. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2025. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir pesisir (rob), angin kencang, dan petir.

“Sebanyak 67% wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan tinggi, lebih dari 2.500 mm per tahun,” ungkapnya.

Wilayah yang terdampak terutama meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat dan tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Dwikorita menjelaskan, dinamika perubahan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti; penyimpangan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang memunculkan fenomena El Nino dan La Nina.

Selain itu, suhu muka laut di perairan Indonesia yang turut berperan dalam kondisi cuaca, lalu adanya Indian Ocean Dipole (IOD) akibat penyimpangan suhu muka laut di Samudra Hindia.

Faktor lainnya, adanya angin musiman (monsun) yang bertiup dari Benua Asia dan Australia. “Seluruh faktor ini memengaruhi kondisi iklim dan cuaca di Indonesia,” jelasnya.

Dwikorita memaparkan potensi bahaya cuaca ekstrem sepanjang tahun 2025, misal di Desember, Januari, Februari: Banjir, longsor, gelombang tinggi. Lalu pada Maret, April, Mei: Puting beliung, petir, hujan es.

Lalu di Juni, Juli, Agustus: Kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang tinggi. Pada September, Oktober, November: Puting beliung, hujan sporadis disertai petir dan angin kencang.

BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah mitigasi guna mengurangi dampak bencana.

“Kesiapsiagaan adalah kunci menghadapi dinamika cuaca yang semakin tidak menentu,” kata  Dwikorita.***

Previous Post

Tolak Kenaikan PPN 12% pada 2025, 5 Juta Buruh Ancam Mogok Nasional

Next Post

Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

admin

admin

Next Post
Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com