Tuesday, September 15, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Internasional

137 Ribu Anak dan Ibu Hamil di Gaza Hadapi Risiko Malnutrisi Hingga April

admin by admin
December 22, 2025
in Internasional
0
137 Ribu Anak dan Ibu Hamil di Gaza Hadapi Risiko Malnutrisi Hingga April
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman malnutrisi akut yang mengintai puluhan ribu anak-anak dan ibu hamil serta menyusui di Jalur Gaza. WHO memperkirakan sekitar 137.000 individu termasuk anak balita dan ibu hamil akan terancam kekurangan gizi hingga pertengahan April 2026 jika kondisi saat ini tidak segera membaik.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyusul laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) — sebuah kelompok ahli yang mengevaluasi tingkat kerawanan pangan di wilayah yang dilanda konflik. Menurut IPC, lebih dari 1,6 juta warga Gaza diperkirakan akan tetap berada dalam kondisi ketahanan pangan akut hingga pertengahan April tahun depan.

“Hingga April 2026, diperkirakan lebih dari 100.000 anak berusia di bawah lima tahun akan menghadapi malnutrisi akut, termasuk lebih dari 31.000 kasus parah yang membutuhkan perawatan segera,” demikian peringatan pihak IPC yang dikutip WHO. Sementara itu, sekitar 37.000 ibu hamil dan menyusui juga diproyeksikan membutuhkan penanganan gizi khusus dalam periode yang sama.

Laporan IPC menunjukkan meski konflik di Gaza sempat mereda setelah gencatan senjata Oktober 2025, kerawanan pangan tetap tinggi di sebagian besar wilayah. Sekitar 77 persen populasi atau sekitar 1,6 juta orang masih menghadapi ketidakamanan pangan akut, termasuk ribuan yang berada dalam fase kondisi darurat atau bahkan hampir masuk fase bencana.

Kemajuan yang tercapai sejak gencatan senjata dinilai sangat rapuh karena masih banyaknya tantangan struktural. Di antaranya adalah kerusakan infrastruktur yang meluas, akses bantuan kemanusiaan yang terhambat, serta produksi pangan lokal yang hampir lumpuh akibat konflik berkepanjangan.

Tedros menambahkan bahwa hanya sekitar 50 persen fasilitas kesehatan di Gaza yang beroperasi sebagian, dan banyak dari fasilitas tersebut menghadapi kekurangan pasokan medis esensial akibat prosedur izin yang kompleks dan pembatasan masuk barang. WHO pun mendesak percepatan persetujuan masuk pasokan medis, peralatan kesehatan, dan struktur rumah sakit prefabrikasi untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

WHO juga memperingatkan bahwa situasi bisa memburuk secara drastis jika konflik kembali pecah atau jika bantuan kemanusiaan tersendat. Dalam skenario terburuk, seluruh wilayah Gaza bisa kembali menghadapi risiko kelaparan yang parah pada awal 2026.

Organisasi humanitarian internasional lain seperti Save the Children juga memperingatkan bahaya jangka panjang dari malnutrisi kronis, yang dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak-anak jika akses makanan bergizi tidak segera pulih.

Krisis gizi di Gaza menjadi bagian dari gambaran lebih besar soal ketidakamanan pangan yang dipicu oleh runtuhnya ekonomi lokal, blokade, dan terbatasnya arus bantuan internasional. Bahkan setelah gencatan senjata, harga makanan tetap tinggi dan distribusi bantuan masih tidak merata di seluruh wilayah.

Para ahli menekankan pentingnya akses yang lebih luas, cepat, dan konsisten untuk bantuan pangan dan medis agar risiko malnutrisi akut tidak berubah menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar lagi. Tanpa langkah segera dari komunitas internasional dan pihak berwenang setempat, ancaman terhadap kesehatan anak-anak dan ibu di Gaza akan terus meningkat.

Previous Post

Ujian Berat Ekonomi RI: Bencana Sumatera Ganggu Aktivitas Produksi dan Distribusi

Next Post

BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

admin

admin

Next Post
BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

Recommended

Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

14 hours ago
Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

14 hours ago

Trending

Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

Cocok buat Gamer Ngabuburit, OPPO A74 Resmi Hadir di Indonesia

5 years ago
Daftar Terbaru 29 Zona Merah Covid-19 di RI, Diantaranya Semarang

Corona RI 18 Oktober Tambah 626, Pasien Sembuh 1.593

5 years ago

Popular

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

1 month ago
Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

3 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

2 weeks ago
Mitra Pendukung Payroll System, BRK Syariah Terima Penghargaan dair Baznas Riau

Mitra Pendukung Payroll System, BRK Syariah Terima Penghargaan dair Baznas Riau

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com