Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

admin by admin
December 22, 2025
in Ekbis
0
BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan bahwa pedagang dan penyedia jasa ritel di Indonesia tidak diperbolehkan menolak pembayaran menggunakan uang tunai (cash), menyusul viralnya video yang memperlihatkan seorang nenek ditolak saat hendak membayar dengan uang tunai di sebuah gerai roti. Pernyataan ini sekaligus mengingatkan kembali kewajiban bisnis dalam menerima rupiah fisik sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Republik Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa pelaku usaha tidak boleh menolak penerimaan uang tunai, kecuali jika ada keraguan yang wajar terhadap keaslian uang tersebut. Larangan penolakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menegaskan bahwa setiap rupiah fisik yang sah harus diterima dalam transaksi di seluruh wilayah Indonesia.

Pernyataan tegas BI disampaikan beberapa hari setelah video berdurasi singkat yang menunjukkan seorang lansia gagal melakukan pembayaran di gerai roti karena petugas meminta pembayaran melalui QRIS/digital menjadi viral di media sosial. Video tersebut menarik perhatian publik luas dan memicu diskusi tentang hak konsumen dalam menggunakan uang tunai pada transaksi sehari-hari.

Manajemen Roti O, gerai yang menjadi sorotan dalam video tersebut, telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian yang terekam dan viral di media sosial. Permintaan maaf ini disampaikan untuk meredam respons negatif sekaligus menjelaskan bahwa kebijakan pembayaran di setiap gerai tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

Pihak ritel juga mengklarifikasi bahwa tujuan utama penggunaan pembayaran nontunai seperti QRIS adalah untuk memberikan kemudahan dan kecepatan layanan, bukan untuk menghilangkan opsi pembayaran tunai. Mereka berkomitmen untuk menyesuaikan praktik operasional agar tidak lagi terjadi penolakan terhadap uang tunai sah dalam transaksi pelanggan.

BI menegaskan bahwa meskipun institusi tersebut terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran nasional, termasuk peningkatan pemanfaatan metode QRIS yang efisien dan mudah diakses, hal tersebut tidak menghapuskan hak masyarakat untuk menggunakan uang tunai. Sistem pembayaran digital dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti mutlak uang fisik.

Kebijakan ini dinilai relevan mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam dan perbedaan tingkat literasi digital di antara masyarakat. Uang tunai masih memainkan peran penting, terutama di wilayah dengan akses teknologi terbatas atau di kalangan kelompok usia tertentu.

Selain menegaskan kewajiban menerima uang tunai, Bank Indonesia juga mengingatkan adanya potensi sanksi administratif bagi pelaku usaha yang terbukti menolak rupiah fisik tanpa alasan yang dibenarkan—misalnya karena mempersulit konsumen atau tanpa dasar yang kuat seperti kekhawatiran terhadap keaslian uang. Paparan wacana sanksi ini semakin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan pembayaran yang berlaku.

Regulasi ini bertujuan melindungi hak konsumen serta menjaga fungsi rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan beredar secara luas di Indonesia. Masyarakat pun diimbau agar memahami hak mereka dalam memilih metode pembayaran pada saat bertransaksi di tempat ritel.

Previous Post

137 Ribu Anak dan Ibu Hamil di Gaza Hadapi Risiko Malnutrisi Hingga April

Next Post

Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

admin

admin

Next Post
Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com