Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Nasional

Pantau Terus Bawang dan Daging Ayam, Daerah Perlu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

admin by admin
November 26, 2024
in Nasional
0
Pantau Terus Bawang dan Daging Ayam, Daerah Perlu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Pemerintah daerah diminta untuk terus memantau dan mewaspadai potensi kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing. Terutama menjelang libur Nataru 2024/2025.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam rapat secara daring mengatakan sejumlah komoditas utama menunjukkan kenaikan harga signifikan pada minggu kedua November. Seperti Bawang merah yang mengalami kenaikan di 306 kabupaten/kota, lalu bawang putih di 196 kabupaten/kota, dan daging ayam ras di 195 kabupaten/kota.

Sementara pada minggu ketiga November, angka tersebut meningkat menjadi 318 kabupaten/kota untuk bawang merah, 214 kabupaten/kota untuk bawang putih, minyak goreng di 206 kabupaten/kota, daging ayam ras di 194 kabupaten/kota, dan telur ayam ras di 105 kabupaten/kota.

Tito meminta agar pemda segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah masing-masing. “Kenaikan harga pangan pokok ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah,” ujar Tito

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menambahkan bahwa pada minggu ketiga November 2024, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) secara nasional terus bertambah dibandingkan minggu sebelumnya. “Sebaliknya, jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH justru terus berkurang,” ungkapnya.

Pudji menjelaskan, terdapat 10 provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi, termasuk Kabupaten Buton Utara (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Kaur (Bengkulu), dan Kabupaten Solok (Sumatera Barat). Beberapa daerah lainnya adalah Kabupaten Sumba Barat (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Jembrana (Bali), Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Kabupaten Barru (Sulawesi Selatan), Kabupaten Aceh Singkil (Aceh), serta Kota Payakumbuh (Sumatera Barat).

Sementara itu, kabupaten/kota dengan penurunan IPH tertinggi meliputi Kabupaten Supiori (Papua), Kabupaten Bombana (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau). Wilayah lainnya adalah Kabupaten Buru (Maluku), Kota Sawahlunto (Sumatera Barat), Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan), Kabupaten Bener Meriah (Aceh), Kabupaten Keerom (Papua), dan Kabupaten Lebong (Bengkulu).

Khusus di luar Pulau Jawa dan Sumatera, kenaikan IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Buton Utara dengan nilai perubahan 4,06 persen. “Komoditas yang paling berkontribusi pada kenaikan IPH di 10 wilayah tersebut adalah daging ayam ras dan bawang merah,” jelas Pudji.

Dengan demikian, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Langkah strategis dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi dampak lebih lanjut pada inflasi nasional.***

Previous Post

Sentimen dari Indonesia Bikin Harga CPO Melesat Signifikan

Next Post

Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

admin

admin

Next Post
Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

Fodor’s Sebut Bali Destinasi Tak Layak Dikunjungi, Ini Respon Kemen Pariwisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com