Saturday, September 12, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Ekbis

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

admin by admin
March 4, 2025
in Ekbis
0
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia melonjak ke 53,6 pada Februari 2025, naik dari 51,9 pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan ekspansi aktivitas manufaktur, meskipun industri dalam negeri tengah dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty menilai kenaikan PMI tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan, terutama bagi industri padat karya. Menurutnya, kenaikan indeks lebih banyak didorong oleh sektor padat modal.

“Iya, karena ada industri padat modal juga, yang naik kemungkinan industri padat modal,” ujar Telisa seperti dilansir dari kepada Bisnis.com, Senin, 3 Maret 2025.

Ia menjelaskan bahwa penutupan pabrik dan badai PHK lebih banyak terjadi di sektor padat karya yang bergantung pada tenaga kerja dalam jumlah besar. Sementara itu, industri padat modal seperti pengolahan dan pemurnian logam justru mengalami peningkatan.

Telisa menambahkan, lonjakan PMI manufaktur Indonesia didorong oleh meningkatnya permintaan baru dan pasokan bahan baku yang lebih lancar.

Laporan S&P Global Market Intelligence juga mencatat bahwa lonjakan pesanan baru di Indonesia mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir. Meskipun pesanan ekspor sedikit melemah, permintaan domestik tetap menjadi pendorong utama ekspansi manufaktur.

Seiring dengan peningkatan produksi pabrik dalam sembilan bulan terakhir, perusahaan juga memperkuat kapasitas dengan menambah tenaga kerja pada tingkat tercepat sejak survei dilakukan.

Joe Hayes, Ekonom Utama di S&P Global Market Intelligence, menilai tren ini memperkuat prospek ekonomi pada kuartal pertama 2025.

“Kondisi permintaan yang kuat mendorong peningkatan lapangan kerja yang memecahkan rekor survei serta volume pembelian yang lebih besar. Optimisme perusahaan juga meningkat, dengan keyakinan terhadap prospek industri mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun,” jelas Hayes.

Meski demikian, tekanan biaya tetap menjadi tantangan. Fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga bahan baku membuat produsen terpaksa menaikkan harga jual, meskipun laju inflasi harga output masih dalam batas moderat.

Optimisme di sektor manufaktur terus menguat, dengan ekspektasi produksi mencapai level tertinggi sejak Maret 2022. Hal ini mencerminkan keyakinan pelaku industri terhadap pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia sepanjang tahun ini.***

Previous Post

Harga Emas Masih Tertekan, Berisiko Anjlok ke US$ 2.850

Next Post

Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

admin

admin

Next Post
Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

Recommended

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30%

18 hours ago
Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

Balé by BTN Bkin Generasi Muda Makin Gampang Miliki Rumah Impian

2 days ago

Trending

WFP Sebut Kelaparan Massal Terjadi di Gaza Utara

WFP Sebut Kelaparan Massal Terjadi di Gaza Utara

2 years ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago

Popular

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

Harga Tiket Taman Safari Prigen Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung

1 month ago
Dolar AS Pagi Ini Menguat, Tekan Rupiah ke Level Rp 14.105

Dolar AS Pagi Ini Berada di Level Rp 14.601

5 years ago
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

4 weeks ago
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

3 weeks ago
BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak

2 weeks ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com