Thursday, October 8, 2026
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim
No Result
View All Result
SEMARANGTERKINI.COM
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

admin by admin
December 23, 2025
in Lingkungan, Nasional
0
Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2024. Dalam rilis terbaru menyebutkan jumlah zona megathrust di Indonesia bertambah menjadi 14 titik, naik dari 13 zona pada peta tahun 2017. Pembaruan ini sekaligus menunjukkan peningkatan potensi bahaya gempa di sejumlah wilayah.

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, menyebut peta 2024 menampilkan perubahan signifikan dibandingkan peta sebelumnya. Ia menilai kerapatan kontur bahaya gempa yang lebih rapat mengindikasikan risiko yang meningkat di beberapa kawasan.

Menurut Iswandi, perbedaan visual pada peta bukan sekadar teknis pemetaan, melainkan mencerminkan pemahaman ilmiah terbaru terhadap aktivitas seismik Indonesia. Peningkatan resolusi data menunjukkan adanya wilayah yang kini dinilai lebih rentan terhadap gempa besar.

Dalam peta terbaru, Zona Megathrust Jawa tercatat memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum hingga 9,1. Sementara zona Mentawai-Pagai, Mentawai-Siberut, dan Enggano berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 8,9. Potensi terbesar berada di Zona Megathrust Aceh–Andaman dengan magnitudo maksimum mencapai 9,2.

Sebaran zona megathrust tidak hanya berada di Sumatra dan Jawa. Peta juga mencatat zona aktif di wilayah Sumba, Sulawesi Utara, Palung Cotobato, hingga perairan Filipina Selatan dan Filipina Tengah, menegaskan kompleksitas sistem subduksi di kawasan Indonesia dan sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengungkapkan bahwa dua zona megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, saat ini berada dalam kondisi seismic gap. Kedua wilayah tersebut telah ratusan tahun tidak melepaskan energi gempa besar, masing-masing sejak peristiwa pada 1757 dan 1797.

BMKG menegaskan, istilah “menunggu waktu” yang kerap digunakan untuk zona seismic gap tidak berarti memprediksi kapan gempa akan terjadi. Istilah tersebut merujuk pada akumulasi energi tektonik akibat lamanya periode tanpa gempa besar.

BMKG menyatakan penggunaan istilah tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan berbasis data geologi dan sejarah kegempaan, bukan untuk menimbulkan kepanikan publik. Lembaga itu menekankan bahwa waktu kejadian gempa besar tetap tidak dapat diprediksi secara pasti.

Sementara itu, Profesor Kosuke Heki dari Hokkaido University, Jepang, menilai Indonesia memiliki kemiripan karakter geologi dengan Nankai Trough, salah satu zona megathrust paling aktif di Jepang. Ia menyebut gempa besar di zona tersebut kerap terjadi dalam interval 50 hingga 100 tahun.

Heki menjelaskan bahwa pemantauan deformasi kerak bumi jangka panjang menjadi kunci penting mitigasi gempa. Teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) serta pengukuran geodesi dasar laut dinilai mampu membaca akumulasi tegangan di zona subduksi.

Ia juga menyoroti fenomena slow slip event atau pergeseran lambat yang sering muncul sebelum gempa besar. Fenomena ini, meski bergerak perlahan, dinilai dapat menjadi indikator penting dalam sistem peringatan dini.

Dengan banyaknya zona subduksi aktif, mulai dari Mentawai, Jawa, Bali, Lombok hingga Maluku, Indonesia dinilai memiliki peluang besar memanfaatkan teknologi pemantauan modern. Peta terbaru dengan 14 zona megathrust menjadi pengingat bahwa risiko gempa besar nyata dan membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan, terutama dalam penguatan infrastruktur dan mitigasi bencana.***

Previous Post

Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

Next Post

Relawan Prabowo Setya Kita Pancasila Apresiasi Kinerja Imigrasi Ngurah Rai Awasi Aktivitas WNA di Bali

admin

admin

Next Post
Relawan Prabowo Setya Kita Pancasila Apresiasi Kinerja Imigrasi Ngurah Rai Awasi Aktivitas WNA di Bali

Relawan Prabowo Setya Kita Pancasila Apresiasi Kinerja Imigrasi Ngurah Rai Awasi Aktivitas WNA di Bali

Recommended

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

2 days ago
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

4 days ago

Trending

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

“Jaga Zapin” Terbukti Efektif jaga Stabilitas Harga TBS Kelapa Sawit Riau

2 years ago
Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

Hari Buruh, Cabut Omnibus Law hingga Tolak Upah Murah Jadi Tuntutan Utama Kaum Buruh

2 years ago

Popular

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

2 years ago
Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penghujung Tahun 2021, Khas Pekanbaru, RS Hermina, dan JKC Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 years ago
Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

Kimia Farma Tunda Penjualan Vaksin Hari Ini

5 years ago
Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

Google Bagi Duit untuk Para Wanita, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung, Rp1,5 Miliar

3 years ago
Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

Sejarah Perkembangan Olahraga untuk Atlet Penyandang Disabilitas

2 years ago
SEMARANGTERKINI.COM

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Semarang
  • Internasional
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Hukrim

Copyright © 2026. SemarangTerkini.com